Nasi Dan Sop Penyebab Terjadinya Keracunan Anak SMP Negri I Birit

Bakteri Bacillus cereus di Nasi dan pada sayur sop ditemukan bakteri E. coli.

LENSA KLATEN.COM – Teka teki apa penyebab keracunan yang menimpa sekitar 50 siswa SMP Negri I Birit, Kecamatan Wedi Klaten Jawa Tengah beberapa waktu lalu akhirnya terjawab sudah.

Dua bakteri yakni bakteri  Bacillus cereus  yang ada pada nasi dan Escherichia coli (E.coli) pada sop yanag disajikan dan dimakan anak anak, menjadi biang keladi musibah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Anggit Budhiarto MMR saat ditemui wartawan menjelaskan  dari  hasil Pemeriksaan laboratorium yang dilakukan oleh Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Yogyakarta menunjukkan adanya dua jenis bakteri berbahaya pada beberapa menu yang dikonsumsi para siswa.

Dua bakteri tersebut adalah Bacillus cereus dan Escherichia coli (E.coli). Keduanya ditemukan mencemari beberapa sampel makanan yang diambil pasca-kejadian, termasuk nasi dan sayur sop. Temuan ini memperkuat dugaan faktor kebersihan lingkungan dan proses pengolahan makanan menjadi penyebab utama munculnya kasus tersebut.

Lebih lanjut Anggit menjelaskan sejumlah sampel yang diperiksa, antara lain nasi, ayam, sayur sop, susu, dan air, terdapat dua yang dinyatakan positif terkontaminasi.

Dari sampel tersebut ternyata ada bakteri Bacillus cereus pada nasi dan bakteri E,coli pada sop yang dimakan para siswa.  Kedua inilah bakteri yang menimbulkan gejala mual dan muntah pada siswa. Untuk ayam, hasilnya aman, tidak ditemukan kontaminasi bakteri berbahaya.

Menurutnya, Bacillus cereus sering muncul akibat makanan yang disimpan terlalu lama pada suhu ruangan, sedangkan E. coli menandakan adanya masalah higienitas, terutama dalam proses pencucian bahan makanan atau penggunaan udara yang tidak steril. 

” Bakteri E. coli sebenarnya bisa mati dengan proses pemanasan yang baik. Artinya, kemungkinan besar ada proses pengolahan yang kurang sempurna atau bahan udara yang sudah terkontaminasi sebelumnya,” imbuhnya.

Selain itu lanjut Anggit, dari hasil pengujian udara, diketahui juga kandungan E. coli cukup tinggi, menunjukkan kualitas sanitasi udara di lokasi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sembung, Kecamatan Wedi, belum memenuhi standar kebersihan.

Seperti diberitakan sebelumnya akibat makan menu MBG sekolah yang disalurkan melalui SPPG yang berlokasi di desa Sembung, kecamatan Wedi Klaten, sekitar 48 siswa SMP Negri I Birit Wedi Klaten mengalami keracunan.

Bupati Klaten Hamenang Wajar ismoyo saat menjenguk korban keracunan di RSUD Bagas Waras Klaten

Dalam peristiwa yang terjadi Rabu pagi (8/10-25) tersebut semua siswa yang keracunan dilarikan kerumah sakit terdekat serta Puskesmas Wedi Klaten. Sementara hampir separoh dari jumlah tersebut terpaksa harus menjalani rawat inap di RSUD Bagas Waras Klaten.

Sedang sebagai langkah lanjutan, operasional SPPG di Desa Sembung untuk sementara dihentikan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) hingga proses evaluasi dan pembenahan sistem pengolahan makanan selesai dilakukan. Pemerintah daerah menegaskan, program MBG akan tetap berjalan dengan pengawasan ketat agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sementara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, disela sela menjenguk para korban keraacunan di RSUD Bagas Waras, meminta agar kasus ini yang terakhir di Klaten dan menjadi pembelajaran bagi semua pihak khususnya SPPG, agar lebih berbenah diri dan mempersiapkan betul semua kebutuhan sesuai standar yang ditetapkan.

Sehingga kebebersihan, kesehatan, nutrisi serta higenisasi makanan yang akan disajaaikan benar benar aman dan enak saat diberikan pada anak anak. ” Sekali lagi saya mewanti wanti jangana main main dalam masalah ini. Karena ini menyangkut nyawa manusia.”, tegasnya.

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *