LENSA KLATEN.COM- Warga masyarakat desa Granting kecamatan Jogonalan mengeluhkan jalan desa di sebelah Utara dukuh Klampokan sampai perbatasan dengan desa Banyuaeng kecamatan Karangnongko yang kondisinya saat ini rusak parah.
Jalan sepanjang lebih dari 300 meter tersebut sangat dikeluhkan warga, karena selain kondisi rusak parah terutama jika musim hujan banyak terjadi genangan air. Jalan tersebut nyaris tak tersentuh bantuan. Sehingga banyak aksi corat coret sebagai bentuk protes warga di dinding tembok terowongan jalan tol.
Salah satu warga kepada wartawan mengatakan jalan tersebut sudah bertahun tahun kondisinya rusak parah. Saat ini kondisinya semakin parah saat ada pekerjaan jalan tol Jogya – Solo. ” Sejak diaspal beberapa tahun lalu hingga kini jalan ini tak lagi tersentuh perbaikan. Padahal kondisi jalan ini vital untuk menghubungkan antar desa”, tegasnya.
Perangkat Desa Granting, Suharyanto menjelaskan Pemerintah Desa Granting mengusulkan perbaikan jalan tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk tahun anggaran 2026. Namun hingga kini belaum ada tindak lanjut.
” Tahun 2026 kita mengajukan usulan perbaikan ke Pemerintah Provinsi. mudah mudahan ada perhatian dari pemerintah propinsi”, ujarnya.
Ditabamhkan Suharyanto jalan tersebut juga pernah disurvey oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Klaten. Namun sampai sekarang hanya sebatas survey.
Tidak itu saja, pihak Pemerintah Desa Granting juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana proyek jalan tol Jogja – Solo untuk perbaikan jalan, karena truk truk material proyek jalan tol melewati jalan tersebut. Tetapi sampai saat ini pihak pelaksana proyek jalan tol belum memberikan jawaban kepada pemerintah desa Granting.
Sebagai catatan, jalan tersebut pada saat terjadi bencana erupsi gunung merapi tahun 2010, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten ditetapkan sebagai jalur evakuasi warga bila terjadi bencana erupsi gunung Merapi yang menghubungkan kecamatan Karangnongko dengan kecamatan Jogonalan













