Klaten Kecolongan 42 Siswa SMPN 1 Birit Keracunan MBG.

Diduga Dari Daging Ayam Yang Sudah Basi.

LENSA KLATEN.COM – Belum genap satu minggu Bupati Klaten memberi arahan kepada para pelaku usaha SPPG (Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi) di Klaten agar lebih memperhatikan mutu kuwalitas, kesehatan, kebersihan serta higenisasi, pada hidangan MBG (Makan Bergisi Gratis), kasus yang dikawatirkan akhirnya benar benar terjadi.

Rabu pagi (8/10-25) sekitar pukul 11.00 siang sejumlah siswa SMP Negri ! Birit Wedi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah mengalami keraacunan usai menyantap makanan MBG. Dari 13 siswa yang mengalami keracunan 7 dilarikan kerumah sakit RSUD Bagas Waras Klaten, 4 rawat jalan dan 2 korban menjalani observasi.

Data terakhir yang kami dapatkan per hari ini Kamis siang (9/10-25) jumlah siswa yang mengalami keracunan MBG terus bertabah. Data yang dikirim dari Posko penanganan yang berada di Puskesmas Wedi Klaten hingga pukul 11.00 tercatat ada 42 siswa yang terindikasi mengalami keracunan MBG.

Dari 42 kasus, 20 pasien ditangani di Puskesmas, 16 rawat jalan dan 4 dirujuk ke Bagas waras. Dan hingga kini dari 22 siswa yang dirujuk di RSUD Bagas Waras Klaten, 18 menjalani rawat inap dan 4 siswa dinyatakan boleh pulang.

Kepala Dinkes Klaten dr Anggit Bidiartho MMR

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Anggit Budhiarto melalui Kabid P2P Dinas Kesehatan Klaten dr Hanung Sasmito Wibowo M.Si mengatakan semua pasien yang saat ini menjalani rawat inap di RSUD Bagas waras maupun yang tengah menjalani rawat jalan, dalam kondisi stabil dan terus membaik.

” Kondisi para siswa berangsur membaik. Kesehatan sudah mulai stabil, tinggal menunggu proses pemulihan. Namun demikian proses pengobatan dan penanganan terus kita lakukan dan kita pantau sampai kondisi pasien benar benar pulih dan sehat”, ujarnya.

Sementara itu Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Anggit Budiartho.MMR, menjelaskan, belum dapat dipastikan faktor penyebab keracunan, artinya dari makanan atau minuman yang mana. Semua sempel makanan sudah kita kirim ke laboratorium untuk diperiksa.

“Memang dari keterangan beberapa siswa yang mengalami keracunan, mengatakan daging ayam yang dimakan terasa aneh, agak bau dan berlendir. Namun apakah itu penyebab utamanya, kita belum bisa memastikan. Semua masih kita uji periksa di laborat. dari hasil laborat itu, nantinya baru dapat kita pastikan apa yang menyebabkan mereka keracunan dan jenis racun apa”, ujarnya.

Terkait jumlah yang terus meningkat dimana dihari pertama baru ada 13 pasien dan kini sudah mencapai angka 42, Anggit menjelaskan tim bekerja sama dengan pemerintah desa serta guru dan orang tua siswa terus melakukan penelusuran dan pemantaun.

Kabid P2P Dinkes Klaten tinjau pasien di RSUD Bagas Waras

Jika ada tanda tanda keracunan, mereka diminta untuk segera membawa korban menuju posko yang telah disediakan yakni Puskesmas Wedi, untuk segera mendapat penanganan medis. ” Posko kita buka 24 jam nonstop dengan 4 dokter jaga plus tenaga medis lainnya termasuk relawan dan ambulan”, ujarnya.

Sementara itu hasil investigasi dilapangan beberapa orang tua siswa mengatakan, anak mereka mulai merasakan mual, pusing dan sesak nafas setelah memakan daging ayam yang disediakan pada menu makan siang gratis.

“Awalnya anak pulang sekolah merasa mual, pusing dan lemas gitu, terus tak kasi susu bear brand malah jadi muntah dua kali, habis itu diare. ” Terang Retno kepada awak Media. Lebih lanjut Retno mengatakan bahwa, gejala yang dialami anaknya setelah mengkonsumsi daging dari MBG yang diterimanya.

Hal sama disampaikan Wahyu Dolop orang tua siswi kelas 7  warga dukuh Sukorejo, desa Pandes Kecamatan Wedi yang putrinya juga mengalami keracunan. Menurutnya usai sekolah anaknya yang msih duduk di bangku kelas 7, tiba tiba mules mutah dan perutnya terasa sakit.

” Begitu ada tanda tanda keracunan, saya langsung bergegas mencari pertolongan pertama dengan meminumkan air kelapa muda. Setelah agak baik baru kita larikan ke Puskesmas tedekat”, ujarnya.

Camat Wedi Widaya kepada  wartawan menjelaskan, dari keterangan beberapa siswa yang sempat dirawat di Puskesmas, mengatakan menu makan gratis yang disantap semula terasa enak, tapi saat makan daging rasanya tidak enak, bau dan agak berlendir.

Saat ini jumlah penerima makan siang gratis di SMP Negri 1 Birit Wedi ada 351 siswa. Namun begitu terjadi keracunan massal, maakanan yang belum sempat dibagikan lngsung ditarik semua. termasuk makan gratis yang semula akan dibagikan bagi para siswa yang masuk siang.

Sementara guna pengamanan dan pengusutan lebih lanjut petugas keamanan TNI/Polri, dinak kesehatan serta dinas dinas terkait lainnya langsung mendatangi lokasi SPPG yang berada di desa Sembung guna melakukan olah TKP serta mengamankan beberapa barang bukti.

 

 

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *