PT. Aneka Usaha Klaten Diduga Kemplang Sewa Kios Di Pasar Gedhe.

Lurah Pasar Pusing Nalangi Tiap Bulan.

LENSA KLATEN.COM – Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) Kabupaten Klaten yang saat ini telah menjadi Perseroan Terbatas Aneka Usaha (PTAU) ternyata hingga kini belum pernah membayar retribusi kios dan kebersihan atas kepemilikan kios usahanya yang berada di pasar Gede Klaten, Jawa Tengah, sejak tahun 2023.

Data yang berhasil diperoleh dari beberapa sumber terungkap, PT AU, memiliki 6 unit kios di lantai 3 Pasar Gede Klaten sejak akhir tahun 2023. Kios tersebut digunakan untuk membuka stand usaha beras serta komuditas lainnya.

Dari 6 kios tersebut ristribusi yang harus dibayarnya setiap bulan mencapai Rp 2.000.000/bulan termasuk uang ristribusi kebersihan. Sehingga jika dihitung hingga saat ini uang yang belum dibayar sekitar Rp 30.000.000,- Mandegnya pembayaran ristribusi kios dan ampah oleh PT AU tersebut otomatis mengganggu pihak pengelola pasar dalam melakukan setor pembayaran ristribusi ke kas daerah.

Pengelola kios beras PT AU dilantai 3 Pasar Gede Klaten Sadono, mengakui belum membayar uang ristribusi karena kondisi kios sepi dan sering tutup.  “Kami memang belum bayar karena kondisi kios sepi mas. Kami akan mencoba membuka lagi dengan menjual beras dan komoditas lain,” katanya.

Sementara sumber resmi di Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten, membenarkan kalau PT Aneka Usaha belum pernah membayar retribusi kios dan kebersihan sejak mendirikan kios beras di lantai 3 Pasar Gedhe.

“Benar, sejak menempati lantai 3 Pasar Gedhe akhir tahun 2023 sampai sekarang belum pernah bayar. Padahal totalnya ada enam unit,” kata sumber yang keberatan disebutkan identitasnya, Kamis (17/4/2025).

Sumber tersebut menambahkan, dari total 6 kios yang dikelola PT AU, retribusi yang harus dibayar setiap bulan sekitar Rp 2 juta. “Itu sudah termasuk retribusi kios dan retribusi kebersihan,” ujarnya.

PT Aneka Usaha Kabupaten Klaten mendirikan kios beras di lantai 3 Pasar Gedhe Klaten sejak pasar tersebut diresmikan akhir 2023 silam. Kios beras tersebut semula merupakan los terbuka yang disulap menjadi kios meski hanya berdinding jaring dan galvalum saja.

Oleh PT Aneka Usaha, kios-kios tersebut kemudian disewakan lagi kepada pihak lainnya. Dalam perjalanannya, bukannya semakin ramai kios-kios di sana justru sepi pembeli dan tutup.(tev)

 

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *