Mangkrak. Pedagang Enggan Tempati Food Court Bagas Waras.

Kalau Malam Sepi dan "uka-uka"

LENSA KLATENCOM – Setelah taman kuliner MPP yang terletak di depan gedung Dharma Wanita tepatnya di jalan Mayor Kusmanto Pandanrejo, Klaten Tengah Klaten Jawa Tengah mangkrak, kini giliran pusat kuliner Food Court RSUD Bagas Waras yang terletak di sebelah timur rumah sakit RSUD Bagas Waras juga mangkrak tak berpenghuni.

Sejak diresmikan Bupati Sri Mulyani saat ini 11 Desember 2024 lalu, bangunan dengan nilai anggaran sekitar Rp 3,5 milliar tersebut tidak pernah digunakan untuk kegiatan kuliner. Akhirnya beberapa fasilitas yang dibangun diatas tanah seluas 6.015 meter, seperti Pendopo, kios kuniler, toilet serta TPS, dikawatirkan cepat rusak karena tidak terawat.

Rencananya taman kuliner yang berada disaping rumah sakit Bagas Waras dan tepat ditepi sungai Bugelan, digunakan untuk menampung para pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar sepanjang depan rumah sakit Bagas Waras.

Namun hingga kini belum ada pedagang yanag mau menempati karena dinilai tempatnya tidak strategis, sepi dan sedikit “angker”. Sehingga warga lebih memilih tidak berjualan atau pindah nebeng ke warung atau depan kios penduduk sekitar.

” Lha kalau buka dagangan disana yang mau beli siapa mas. Wong lokasinya sepi, jauh dari jalan raya. Apalagi kalau malam penerangan tidak maksimal dan sedikit “uka-uka” karena persis ditepi sungai yang selama ini dikenal cukup angker (wingit), ujar salah satu pedagang.

Sepi tidak ada aktivitas pedagang

Hasil investigasi dilapangan tapak  kondisi taman kuliner Food Court memang sangat sepi dan memperihatinkan. Selain lokasinya yang tidak strategis dan sangat panas disiang hari. Saat malam suasana sangat sepi. Sehingga tidak ada satupun pedagang berani jualan disana.

Sementara beberapa fasilitas bangunan juga tapak sangat tidak terawat. Mulai dari kran air, saluran air serta paving lantai serta plesterannya yang terkesan dikerjakan “asal selesai”.

” Kalau siang masih mending mas masih ada satu pedagang HIK yang jualan itupun hanaya sapai sore. Tapi kalau malam. Sepi kaya kuburan”, ujar salah satu pengunjung pasien rumah sakit yang tengah jajan di HIK depan Bagas Waras.

” Gagalnya” taman  kuliner yang dibuat pemerintah Kabupaten Klaten ini, menyusul nasib saudara tuanya yakni taman kuliner MPP yang berada di depan gedung Dharma Wanita Pandanrejo Klaten Tengah.

Saat ini pusat kuliner MPP di Sungkur Klaten juga mangkrak. Sejak dibangun beberapa tahun lalu, hingga kini tidak bisa berkembang. Bahkan banyak kios atau lapak yang di tinggal pedagangya karena tidak ada pembeli.

” Mending tutup mas. Sehari mau cari uang 10 ribu atau menunggu satu pembeli susahnya minta ampun. Daripada rugi segalanya mending tutup, buat usaha ditempat lain”, ujar Markowi salah pedagang di MPP yang sudah berjalan sejak masih di depan Masjid Raya Klaten.

Sementara beberapa warga atau  penikmat kuliner di Klaten saat dimintai komentaranya rata rata mengaku malas ke taman kuliner MPP karena, mau masuk lokasi sulit, tempatnya tersembunyi dan jajanannya hanya itu itu saja tidak ada yang istimewa.(tev)

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *