Koordinator Parkir Terminal Bus Ir Soekarno Jadi Korban Pemukulan.

Sempat Mintai NIP semua pegawai Terminal

LENSA KLATEN.COM –  Kepala Paguyuban parkir yang juga petugas parkir di Terminal Ir Soekarno, Buntalan, Klaten Tengah, Klaten Jawa Tengah menjadi korban pemukulan yang dilakukan orang tak dikenal. Namun pelaku yang belakangan di ketahui bernama SS warga, Gergunung, Klaten Utara  akhirnya dilaporkan ke pihak yang berwajib. Namun hingga berita ini diturunkan pelaku masih bebas, tidak ditahan.

Petugas juru parkir Boysar Harto Raharjo berusia 63 tahun warga Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi korban pemukulan pada Senin malam (7/04-25) sekitar pukul 19.00 diterminal Bus Ir.Soekarno Klaten.

Dirinya mengaku bingung dengan pemukulan yang dialami, karena tidak merasa kenal dan tidak pernah punya masalah dengan seseorang.

Tak hanya itu pelaku juga membentak siapa saja yang ditemui termasuk petugas keamanan. Bahkan dengan nada tinggi mereka meminta agar semua pegawai terminal menyerahkan nomor NIP kepegawaian. Ulahnya yang arogan ini membuat para petugas terminal ketakutan.

Ditemui wartawan di terminal Senin siang (14/04-25) Boysar dengan wajah yang masih tampak lebab akibat pukulan pelaku mengaku bingung dan tidak habis pikir kenapa menjadi korban pemukulan.

” Saat itu saya tidak ada dilokasi. Tapi oleh anak buah saya nya saya dipanggil untuk datang ke Terminal karena ada tamu yang mencari. Setiba di TKP pelaku komplain masalah parkir yang dinilai ilegal. Padahal apa yang saya kerjakan resmi dan ada suratnya ,” ujarnya.

Saat itu dirinya menjelaskan jika, penarikan parkir hanya dilakukan saat arus mudik dan hal tersebut sudah diketahui pihak kepala kelurahan, dan sifatnya membantu kelancaran arus lalu lintas dan pemudik.

Hal tersebut juga sudah dijelaskan petugas kemanan dan lainnya. Tapi pelaku tetap ngotot dan mengatakan parkir ilegal. Padahal lanjut Boysar saat itu sudah tidak ada kegiatan parkir dan yang bersangkutan juga tidak ditarik parkir oleh petugas, karena memang kegiatan parkis sudah selesai.

“Saya sempat minta maaf ke pelaku apabila ada kesalahan pada anak buah. Meski anak buah kami tidak menarik uang parkir pada pelaku. Namun bukannya menerima, yang bersangkutan justru melakukan pemukulan sebanyak 4 kali ke wajah saya,” ungkapnya.

Akibat pemukulan tersebut wajahnya mengalami memar dan handphone miliknya pecah karena terjatuh saat dirinya mencoba menghindar dari aksi pemukulan bertubi tubi.

Saat itu juga dirinya diantar petugas keamanan kerumah sakit untuk memeriksakan luka lebam diwajahnya sekaligus melakukan visum.

Usai dari rumah sakit dan visum, dirinya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Kota Klaten, berikut barang bukti berupa CCTV rekaman pemukulan, visum dokter serta beberapa saksi. Karena tak mampu menangani, oleh Polsek kasusnya diserahkan ke Mapolres Klaten.

” Kasus ini langsung kita laporkan ke Mapolres Klaten. berikut barang butki yakni CCTV yang merekam saata saya dipukul pelaku. Namun hingga saat ini kok belum ada tindak lanjutnya”, ujar Boysar.

Yang jelas lanjut Boysar yang juga pengurus ORARI Klaten, dirinya meminta agar petugas memproses kasus ini secara adil dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pelaku dikenai hukuman sesuai perbuatannya.

Sementara Kabag Humas Polres Klaten, AKP Nyoto saat dihubungi melalaui pesan singkat WhatShap mengatakan kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan, Satreskrim.(red)

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *