LENSA KLATEN.COM – Memasuki hari ke 4 kasus keracunan makanan terjadi di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Jawa Tengah, yang sedikitnya menimpa sekitar 120 warga hingga kini masih dalam penanganan tim terpadu dinas terkait seperti Dinas Kesehatan BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah), TNI dan Polri.
Beberapa warga masih dalam proses penyembuhan di berbagai rumah sakit yang ada di Klaten, seperti RSUD Bagas Waras, Soeradji Tortonegoro (Tegalyoso), rumah sakit Sudjarwadi, Pusksemas dasn lainnya. Namun tak sedikit warga yang sudah diperbolehkan pulang dan masih dalam proses obat jalan namun dalam pantauan petugas kesehatan.
Di rumah sakit Bagas Waras Klaten sejumlah pasien keracunan massal Karangturi Gantiwarno, yang mendapat perawatan ada sekitar 22 orang. 20 orang dirawat di ruang rawat inap dan 2 pasien masih dirawat di ruang IGD.
Direktur Utama RSUD Bagas Waras Klaten dr Sigit Joko Nugroho, melalui Kabid Pelayanan Medik dan Keperawatan dr agus widiyanto, menjelaskan, semua pasien keracunan massal Gantiwarno sudah ditangani secara baik. Dan Alhamdulillah semua pasien semua dalam kondisi aman dan kesehatannya mulai membaik.
” Semua kita tanganai dengan baik. Yang dalam proses perawatan langsung kita tempatkan di bangsal rawat inap, sementara yang msih membutuhkan penanganan serius kita tempatkan diruang IGD. Dan saat ini yang masih menjalani perawtan di ruang IGD tinggal 2 pasien”, ujarnya.
Seperti diberitakan kasus keracunan mssal yang terjadi di desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno, Klaten Jawa Tengah bermula saat ada hajatan tasyakuran menanggap wayangan Sabtu malam (12/04-25). Pada malam itu belum ada kejadian keracunan. Warga,penonton serta tamu undangan yang menikmati hidangan nasi kotak yang disediakan tuan rumahpun tidak memperlihatkan tanda tanda keracunan.
Namun ke esokan harinya Minggu pagi (13/04-25) dan Senin, warga sudah mulai merasakan sakit perut yang disertai ual mual dan muntah serta air besar.
Saat itu juga petugas dari Puskesmas Gantiwarno langsung meluncur ke lokasi. Setelah melihat kondisi warga dan mengetahui asal muasal kronologi kejadian, Puskesmas segera menyimpulkan ada dugaan keracunan makanan yang disebabkan oleh makanan yang dihidangkan.
Saat itu juga aparat pemerintah desa, kecamatan, dan Puskesmas segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait, baik Dinas Kesehatan, Pemda, TNI/Polri dan BPBD.
Akhirya segera dilakukan evakuasi besar besaran bagi warga yang terindikasi mengalami keracunan ke berbagai rumah sakit terdekat. Ada yang kerumah Pusekemas, RSUD Bagas Waras, Tegalyoso, Sujarwadi dan rumah sakit Bhayangkara Sleman.
Dalam kasus yang akhirnya oleh pemerintah Daerah Kabupaten Klaten dalam hal ini Bupati dinyatakan sebagai KLB (Kajdian Luar Biasa), sedikitnya 120 warga mengalami keracunan, ringan hingga berat. Sementara satu warga atas nama Partono warga dukuh Kwagean(72) meningal dunia setelah sempat mendapat perawatan di RS Tegalyoso Klaten.
Selain warga, 10 penabuh gamelan saat pertunjukan wayangan juga mengalami keracunan, termasuk 4 sinden dan Surono sang dalang sendiri .

Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan penanggulangan Penyakit (P2P) dr Hanung SW, menjelaskan korban meninggal dalam kasus keracunan massal, sebelumnya punya komorbid penyakit jantung, walau sudah mendapat perawatan di rumah sakit.
Saat ini belum dapat diketahu pasti makanan yang menyebabkan keracunan dan jenis racun yang ada di makanan.”Semua bahan makanan sempelnya telah dikirim ke laborat guna penelitian dan memastikan penyebab keracunan”, ujarnya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang mengetahui kasustersebut langsung melakukan sidak ke lokasi. Didampingi beberapa dinas terkait, Bupati meyambangi warga yang keracunan serta melayat kerumah duka almarhum Suparno.
Dalam kesempatan tersebut Bupati juga menyerahkan bantuan kepada warga setempat serta sedikit uang duka kepada keluarga almarhum.
Bupati juga menegaskan kejadian keracunan di Karangturi dinyatakan ebagai KLB (Kejadian Luar Biasa) dan semua pembiayaan atas musibah tersebut ditanggung pemerintah daerah.
” Saya ikut prihatin dan berduka atas musibah ini. Semoga semua warga yang mengalami keracunan dapat segera mendapat kesembuhan dan sehat seperti semula. Kepala keluarga almarhum bapak Suparno agar selalu diberi kekutan dan ketabahan”, ujarnya.
Kepada semua tim yang terlibat Bupati juga berpesan agar terus memantau kondisi warga tiap menit tiap jam, dan memberi layanan kesehatan pengobatan maksimal.









