LENSA KLATEN.COM – Kapolri Jendral (Pol) Listyo Sigit Prabowo meresmikan jembatan Merah Putih yang menghubungkan desa Cucukan dengan desa Kotesan, dikecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah membentang di atas sungai Dengkeng yang merupakan salah satu hulu sungai Bengawan Solo. Rabu sore (14/01-25).
Peresmian jembatan yang dipusatkan di desa Cucukan kecamatan Prambanan Klaten Rabu sore (14/01-25) merupakan bagian dari proyek pembangunan 19 jembatan Merah Putih Presisi yang ada di berbagai daerah di Jawa Tengah, yang dilakukan jajaran Kepolisian Polda Jateng bersama rakyat.
Jembatan Cucukan sendiri roboh hanyut terbawa banjir 4 tahun lalu, sekitar tahun 2021. Jembatan ini pernah dibangun pemerintah Kabupaten Klaten. Namun kembali roboh dihantam banjir besar disertai sampah pepohonana yang tumbang.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo dalam laporannya menyampaikan komitmen Polda Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi berada di garis terdepan dalam menyukseskan program pemerintah. Khususnya dalam menghadirkan akses jalan yang layak nyaman dan aman bagi masyarakat pedesaan.
Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga sebagai sarana memperkuat ikatan emosional Polri dan rakyat.
“Peresmian jembatan ini tidak hanya menghubungkan secara fisik warga dua desa, tetapi juga menghubungkan ikatan batin antara Polri dan rakyat”, ujar Kapolda.
Dalam laporannya Kapolda juga menjelaskan pembangunan jembatan di desa Cucukan dengan panjang 15 meter lebar 4 meter, menghabiskan beaya sebesar Rp 400 juta, dengan rincian sekitar Rp 150 juta bantuan dari pemerintah propinsi, sisanya swadaya Polres dan masyarakat.
Disampaikan pula oleh Kapolda setelah pembangunan tahap awal dengan pembangunan 19 jembatan, rencananya Polda Jateng ditahap berikutnya akan kembali membangun sekitar 15 proyek jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten di Jawa Tengah.
Sementara Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Jawa Tengah yang bergerak cepat menindaklanjuti arahan Presiden.
Arahan diberikan karena bapak Presiden merasa prihatin terhadap kondisi anak-anak sekolah di desa yang selama ini, banyak yang harus menyeberangi sungai untuk pergi kesekolah, karena terbatasnya sarana jembatan.
Dirinya berharap keberadaan jembatan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Baik dalam upaya menggerakkan perekonomian desa, membantu petani dalam mengangkut hasil panen serta memudahkan anak anak pergi kesekolah tanpa harus khawatir menyebrang sungai.
Ditambahkan Kapolri secara nasional hingga saat ini telah terbangun sebanyak 171 Jembatan Merah Putih Presisi di seluruh Indonesia. 63 buah jembatan berada di Jawa Tengah dan paling banyak dibanding propinsi lain. Sisanya tersebar di berbagai propinsi.
” Saya mengucapkan terima kasih dan sangat mengapresiasi atas gerak cepat Kapolda Jateng yang dengan cepat menindak lanjuti arahan bapak Presiden. Saya juga berterima kasih kepada seluruh jajaran yang terlibatm dan masyarakat yang telah ikut membantu bergotong royong dalam proses pembangunan jembatan”, ujar Kapolri.
Hadir dalam acara tersebut hadir Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Kapolda Jawa Tengah Irjen (Pol) Ribut Hadiwibowo, jajaran Kapolres di Jawa Tengah, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. SI.KOM, serta jajaran kepala OPD baik dari Propinsi dan Pemda Klaten.
















