LensaKlaten.com – Titian Foundation mengadakan pertemuan orangtua (parents meeting) penerima beasiswa generasi (gen) ke 17 di Auditorium SMK Negeri 1 ROTA Bayat, Kabupaten Klaten pada Sabtu (8/2/2025).
Koordinator Program Beasiswa Titian Foundation Timotius Aditya IR dalam sambutan menyampaikan, kegiatan Parents Meeting ini diselenggarakan sebagai bagian dari program rutin Titian Foundation untuk memberikan informasi pendampingan penerima beasiswa (anak) kepada para orangtua.
“Alhamdulilah, selama sekitar delapan bulan mendampingi anak-anak, kami (Titian Foundation) melihat perkembangan anak generasi (gen) ke 17 ini sangat baik. Misalnya dalam hal kedisplinan. Anak-anak ini pada tepat waktu setiap kali mengikuti kegiatan. Artinya, anak-anak ini sangat menghargai waktu dan bertanggung jawab. Meski begitu, anak-anak ini perlu terus berubah dan beradaptasi dengan dinamika yang ada,” katanya.
Pada parents meeting kali ini, Titian Foundation menghadirkan narasumber Febriana Dwiyanti, seorang psikolog, dan juga pernah menjadi Program Manager di Titian Foundation.
Dalam kesempatan ini, Febriana Dwiyanti menyampaikan materi yang bertajuk “Hadir bagi anak sebagai ayah – ibu dan keluarga”.
Ana, panggilan akrab Febriana Dwiyanti menjelaskan, dalam mendampingi anak remaja, ayah, ibu dan keluarga perlu bekerja sama dengan sekolah dan pendamping (seperti Titian Foundation). Karena orangtua menjadi contoh bagi anak-anaknya. Maka, ketertarikan anak pada sesuatu bisa karena melihat contoh dari apa yang dilakukan orang tuanya.
“Titian artinya jembatan. Seperti layaknya jembatan, maka kita bertugas mengantarkan anak-anak dalam meraih impian. Karena itu, bapak, ibu, dan keluarga sangat berperan dalam mengantarkan anak-anak meraih impian dan cita-citanya,” ujarnya.
Psikolog yang bekerja di sebuah lembaga ini menerangkan, remaja adalah masa peralihan dari anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi berbagai macam perubahan yang cukup bermakna baik secara fisik, biologis, mental dan emosi serta psikososial.
“Kesemuanya ini dapat mempengaruhi kehidupan anak-anak baik di masa sekarang dan di masa yang akan datang,” tandasnya.

Mantan Program Manager Titian Foundation ini mengemukakan, pada fase remaja tengah (usia antara 14 sampai 17 tahun) sering muncul pikiran abstrak, mulai memiliki dampak jangka panjang, pengambilan keputusan didorong emosi yang kuat, merasa tidak dapat dikalahkan, mulai melihat perspektif orang lain, konflik antara control dan kemandiriannya, dan mulai mandiri dari orangtua.
“Maka, peran ayah adalah memberikan rasa aman dan perlindungan, serta mengajarkan nilai-nilai moral dan keterampilan yang berkaitan dengan dunia luar. Sedang peran ibu yaitu kasih sayang dan dukungan emosional, serta mengajarkan nilai-nilai moral dan keterampilan yang berkaitan dengan dunia dalam. Karena itu, ayah dan ibu perlu bekerja sama,” pesannya.
Ana menambahkan, prinsip mengasuh atau mendampingi remaja yaitu mendengarkan dengan penuh perhatian, memberikan penghargaan dan rasa aman, tidak menghakimi anak, memberikan penjelasan, kesadaran penuh dalam mengendalikan emosi, menjadi teladan dan memberikan contoh yang baik, serta menumbuhkan kasih sayang.
“Maka, bapak, ibu perlu berkomunikasi dalam mendampingi anak,” imabunya.
Kegiatan pendampingan yang dilakukan Titian Foundation kepada anak-anak penerima beasiswa selama sekitar delapan bulan ini disambut baik oleh para orangtua.
“Saya merasa sangat bahagia. Anak saya tidak cengeng lagi. Tidak baperan. Anak saya terlihat lebih ceria, dan mau bercerita kepada saya,” ucap C Sri Sulkani.
Acara Parents Meeting ini berlangsung hangat, cair, dan penuh kekeluargaan. Selain menerima materi dari narasumber yang sangat kompeten, peserta juga diberi kesempatan untuk sharing pengalaman dalam mendampingi anak-anak mereka.









