Bupati Klaten Tampung Aspirasi Warga Troketon.

Siap Datangkan Alat Pengolah Sampah.

LENSA KLATEN.COM – Puluhan warga Pedan yang tergabung dala wadah Aliansi Masyarakat Peduli TPA Troketon (Ampera) menggelar aksi demo di jalur lambat jalan Pemuda Selatan tepat berada di depan kantor ruang sidang DPDR Klaten Rabu (14/05-25).

Aksi yang dipimpin langsung Abdul Jamil selaku koordinator lapangan, mendesak agar pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah segera memperbaiki pengolahan sampah di TPA Troketon, Pedan. Karena selain tidak sesuai dengan rencana awal, kondisi TPA Troketon sudah sangat mengganggu warga sekitarnya. Baik polisi bau, kotoran hingga pencemaran air bersih disekitar lokasi TPA.

Namun aksi yang baru berjalan 5 menit langsung mendapat tanggapan langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Belum sempat melakukan orasi Bupati mengajak seluruh peserta aksi untuk masuk keruang sidang DPRD untuk melakukan dialog.

” Anda kesini mau menyampaikan aspirasi atau mau demo. Jika mau menyampaikan aspirasi, ayo kita masuk kedalam untuk berdiskusi mencari solusi terbaik agar masalah sampah segera bisa diatasi. Namun jika mau demo ya monggo silahkan dilanjutkan. Sampai sorepun silahkan”, ujar Bupati saat menanggapi peserta demo.

Akhirnya peserta demo mau masuk kedalam untuk melakukan diskusi bersama Bupati yang saat itu didampingi Kapolres Klaten, Kajari, Wakil Bupati serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Klaten.

Kesimpulan dalam dialog tersebut peserta aksi mengajukan 9 tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Klaten. Pertama Segera merealisasikan pengolahan sampah di Troketon sesuai dengan perundangan, mendesak Bupati untuk segera menyusun rencana aksi pemulihan lingkungan maksimal 1 bulan, dengan melibatkan partisipasi masyarakat. menyusun rencana aksi pengolahan sampah.

Menuntut pemenuhan hak kesehatan masyarakat, berupa jaminan kesehatan dan klinik kesehatan sesuai perda nomer 6 tahun 2018. Menuntut adanya pengolahan perbaikan instalasi lidi, mendesak pemda memberikan pencegahan dan pengolahan lingkungan disekitar TPA, mengembalikan anggaran sampah dari hulu ke hilir sebesar 3 persen, bukan 0,04 persen, serta sejumlah tuntutan lainnya.

Sementara Bupati Klaten dihadapan para pengunjuk rasa menyatakan siap menyelesaikan permasalahan sampah dari hulu hingga hilir. Namun dari berbagai masukan dan kondisi riil dilapangan saat dirinya melakukan sidak ke TPA Troketon, permasalah yang harus segera diselesaikan dimulai dari hilir.

Penyerahan sembilan tuntutan warga Troketon terkait sampah.

Namun semuanya tidak bisa dilakukan secepat apa yang dikehendaki, karena dirinya baru menjabat Bupati selama dua bulan setengah. Ditambah semua kebijakan anggaran sudah terpacak sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati.

” Saya baru menjabat Bupati Klaten dua setengah bulan. Kebijakan alokasi anggaran saat ini, sudah terpacak sebelum saya menjabat sebagai Bupati. Sehingga tidak banyak yang dapat saya lakukan. Tapi bukan berarti saya diam dalam masalah sampah. Berbagai upaya terkait penanganan sampah di Klaten sudah kami lakukan, walau saat ini belum tampak hasilnya”, tegas Bupati.

Salah satu upaya yang dilakukan saat ini lanjut Bupati saat ini tengah melakukan kerja sama dengan beberapa pihak swasta dalam hal alat pengolahan sampah. Diharapkan dalam waktu dengan alat pengolahan sampah  Insenerator atau Thermal Plasma, dapat segera didatangkan.

Bupati menekankan semua masih dalam proses kajian yang mendalam guna menghindari terjadi dapak lain akibat penggunaan alat tersebut. Menurut Bupati jangan sampai dari alat baru tersebut akan memunculkan dampak lain yang bisa mengganggu warga. Untuk itu benar benar dicari dan dipilih alat mana yang cocok dan layak dibawa ke Troketon Klaten.(red)

 

 

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *