LENSA KLATEN.COM – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM menegaskan Klaten Jawa Tengah tidak dalam kondisi darurat sampah. TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Troketon, yang berada di kecamatan Pedan Klaten hingga saat ini masih berjalan dan mampu menampung produksi sampah dari berbagai wilayah di Klaten.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati kepada LENSA KLATEN.COM, usai menemui peserta demo sampah yang dilakukan laskar AMPERA, diruang sidang DPRD Klaten Rabu (14/05-25).
” Klaten tidak darurat sampah. TPA Troketon masih berjalan dan masih mampu menampung produksi sampah di Klaten yang mencapai 120 ton perhari. Yang terjadi saat ini adalah dampak yang ditimbulkan dari sampah, seperti bau, lidi serta pencemaran air jika turun hujan lebat. Itulah yang terjadi saat ini di Troketon dan kita akan secepatnya menangani masalah tersebut”, ujar Bupati.
Ditegaskan dirinya baru menjabat Bupati Klaten dua setengah bulan, sementara pos anggaran sudah terpacak sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati. Namun demikian lanjut Hamenang dirinya tetap concern terkait masalah penanganan sampah di Klaten.
” Butuh waktu, serta perencanaan dan perhitungan yang cermat dalam mengeluarkan atau menganggarkan uang APBD, tidak semudah mengeluarkan uang dari kantong. Untuk itu saya minta semua pihak sabar dan bisa memahami. Insya Alloh dalam anggaran perubahan atau anggaran tahun 2026, pos pos yang urgent bisa kita prioritaskan, termasuk masalah pembelian alat pengolah sampah”, tegasnya.

Saat ini yang baru bisa dilakukan petugas serta dinas terkait dilapangan ialah membuat saluran ipal baru agar lindi ( air hujan yang turun kesampah lalu mengalir) tidak mengalir ke perumahan atau lahan warga sekitar. Selain itu juga melakukan penataan serta pengaturan pembuangan sampah, menghentikan dan melarang sampah dari luar masuk.
Sedang jangka menengah, pemerintah daerah akan segera mendatangkan alat pengolah sampah modern yang memiliki dampak resiko minim untuk segera ditempatkan di TPA Troketon.
Ada dua pilihan yang saat ini masih dalam kajian tim dari DLH Klaten, yakni Insenerator atau Thermal Plasma. Yang jelas lanjut Bupati yang terbaik yang akan dipakai guna mengatasi permasalahan sampah di Klaten. ” Yang jelas kita pilih yang terbaik, cocok dengan kondisi sampah di Troketon dan memiliki dampak resiko paling rendah”, ujar Bupati.
” Yang jelas semua aspirasi warga Troketon dan sekitarnya yang saat ini menyampaikan aspirasi, kita dengar dan kita tampung. Insya Alloh semua akan kita tindak lanjuti dengan program program nyata dalam hal penanganan sampah. Namun disatu sisi saya juga minta dukungan dan kerjasamanya agar masalah ini segera selesai”, harapnya.(red)









