Angka Kenakalan Remaja Tinggi, Forkopimda Klaten Dan BPIP Masuk Sekolah

LENSAKLATEN.COM – Tingginya angka kenakalan remaja baik secara nasional maupun di tingkat kabupaten Klaten, Forkopimda bersama badan pembinaan ideologi pancasila, BPIP, masuk sekolah.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan sosialisasi wawasan kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan kepada para siswa dengan harapan bisa menekan angka kenakalan remaja.

Pelaksanaan program Forkopimda goest to school, dipimpin langsung oleh bupati klaten hamenang wajar ismoyo, bersama Forkopimda dan BPIP, ke sekolah-sekolah di Klaten.

Di hari pertama pelaksanaan program masuk sekolah, ada dua tim yaitu, tim 1 yang dipimpin oleh bupati hamenang ke wilayah delanggu dan ceper sedangkan tim dua dipimpin wakil bupati Benny Indra Ardhianto di sekolah wilayah prambanan dan jogonalan.

Di wilayah delanggu, Bupati Hamenang mendatangi SMK Muhammadiyah Delanggu, Klaten. Senin, (16/06/2025).

Dihadapan ratusan pelajar sekolah setempat, bupati klaten, perwakilan bpip dan perwakilan dari kejaksaan Klaten mengingatkan kembali pentingnya wawasan kebangsaan dan 4 pilar kebangsaan.

Bupati Klaten Hamenang mengatakan, ada sekitar 15 sekolah baik SMA dan Smk yang menjadi sasaran pelaksanaan sosialisasi selama 3 hari. Kegiatan dilakukan berdasar hasil rapat dari forkopimda melihat fenomena, baik di seluruh Indonesia maupun di kabupaten Klaten.

“ Angka kenakalan remaja cukup tinggi. untuk itu secara bersama turun bareng, lakukan sosialisasi ke sekolah sekolah”, kata bupati.

Bupati berharap, dengan pelaksanaan sosialisasi bisa menurunkan angka kenakalan remaja di kabupaten klaten dan menambah informasi kepada para pelajar akan pentingnya empat pilar yang ada di indonesia.

Kepala biro hukum dan organisasi BPIP, Edi Subowo mengungkapkan, kegiatan sosialisasi sangat penting dilakukan untuk menciptakan karakter menuju Indonesia emas tahun 2045.

“ 4 pilar harus dijaga dan disosialisasikan yaitu pancasila, undang-undang dasar 1945, negara kesatuan republik indonesia dan kebhinekaan. Pasca reformasi nilai pancasila mengalami penurunan”, ungkap Edi.

Sedangkan kepala smk muhammadiyah Delanggu Klaten, Muslim A Rahman, merasa senang atas kegiatan forkopimda dan bpip goes to school, di sekolah setempat.

“ harapan saya kegiatan tersebut bisa dilakukan secara rutin, sehingga bisa memberikan support kepada anak didik, agar wawasan kebangsaan dan 4 pilar benar-benar tertanam dan dilakukan oleh anak didik”, harap Muslim A Rahman.

 

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *