Air Menggenang Pemicu Tingginya leptospirosis di Gantiwarno.

Hingga saat ini sudah 22 Jiwa melayang Karena Leptospirosis

LENSA KLATEN.COM – Tingginya angka Leptospirosis di kecamatan Gantiwarno, Klaten Jawa Tengah, dengan 21 kasus, angka tertinggi dibanding daerah lain, Camat Gantiwarno Veronika Retno S.SKM.M.M.R  menjelaskan salah satu penyebab tingginya angka leptospirosis di wilayahnya karena adanya banjir serta genangan banjir akibat hujan yang terjadi akhir akhir ini.

” Genangan air yang meluap di sawah hingga kebon atau pekarangan warga, menjadi salah satu media tercepat  penyebaran virus atau bakteri leptopirosis yang keluar dari kencing atau kotoran tikus. Ini terkadang yang kurang dipahami warga”, terangnya.

Selain genangan air populasi tikus di wilayah Gantiwarno sendiri saat ini  juga sudah sangat menghawatirkan. Sehingga selain menyebarkan penyakit lewat kencing atau kotorannya, banyak petani yang gagal panen.

” Menanggapi apa yang disampikan Kapokja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Wahyuni Nugraheni, memang benar. Saat ini angka leptospirosis di Gantiwarno tertinggi. Dan Salah satu pemicunya adanya genangan air akibat banjir, yang membawa virus atau bakteri leptosporosis menyebar kemana mana”. ujar retno saat ditemui wartawan diruang kerjanya Rabu ( 26/11-25).

Dari jumlah 21 yang terkena leptosporosis, lanjut Retno kebanyakan para petani penggarap sawah. Mereka tidak sadar atau memandang remeh ketika punya luka dan terjun ke sawaha atanapa alat pelindung. sehingga sangat dimungkinkan  virus atau bakteri penyakit masuk melalui luka atersebut.

Saat ini lanjut Retno leptosporosis di Gantiwarno mencapai 21 kasus. Namun alhamdulilah dari jumlah sekian segera mendapat penanganan perawatan di rumah sakit. Dan mudah mudahan tidak ada korban jiwa.

” Gaung leptospirosis telah menyebar ke berbagai pelosok desa, Sehingga jika ada warga sakit dengan gejala yang sudah mereka ketahui melalui berbagai penyuluhan, korban langsung dibawa ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit Bagas waras Klaten”, ujarnya.

Saat ini Berbagai cara telah dilakukan dalam upaya pemberantasan hama tikus. Mulai dari geropyokan tikus dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat TNI/Polri, hingga pelepasan burung hantu, penggunaan racun hingga jaring pengaman tanaman. Namun hasilnya belum bisa maksimal.

Kasus leptospirosis di Klaten saat ini terus mengalami peningkatan. Tercatat hingga pekan terakhir bulan November 2025 ini ada sekitar 133 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 22 kasus.

Kecamatan yang paling banyak muncul di kecamatan Gantiwarno, dengan sebanyak 21 kasus dan disusul kecamatan wedi dengan 17 kasus.

Hal tersebut seperti yanag disamapaikan Kapokja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, Wahyuni Nugraheni  yang mengatakan, dibandingtahun sebelumnya, kasus leptospirosis di Klaten mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Jika tahun sebelumnya ada sekitar 37 kasus namun di tahun 2025 sampai pekan terakhir bulan November ini ada sekitar 133 kasus.

 

Idul Fitri

News Feed