LENSA KLATEN.COM – Puncak acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) (PGRI) Persatuan Guru Republik Indonesia ke 80 yang digelar PGRI Klaten Jawa Tengah ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM.
Peringatan yang digelar di gedung PGRI jalan dewi sarika Klaten Sabtu malam (29/11-25), sekaligus memperingati Hari Guru Nasional (HGN), dihadiri sekitar 500 guru di Klaten yang tergabung dalam wadah PGRI.
Wakil ketua PGRI Klaten Suharja S.Pd.M.Si selaku dalam kesempatana tersebut menyampaikan rangkaian kegiatan tahun ini yang digelar sejak awal November dengan berbagai kegeiatan, merupakan wujud penghormatan kepada para guru sekaligus momentum memperkuat peran PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Dijelaskan berbagai kegiatan yang dilakukan dalam rangkaian hari guru dan HUT PGRI antara lain, olah raga , kesenian, bakti sosial serta pendidikan ilmu pengetahuan
Untuk kegiatan olah raga, diadakan pertandingan bola voly dan tenis lapangan, dibidang kesenian lomba paduan, lomba kesenian yang diadakan di masing masing tingkat koordinatir wilayah pendidikan masing masing. Sementara kegiatan lainnya meliputi, bakti sosial, donor darah ziarah ke makam almarhum Dr Sulistyo seorang tokoh pergerakan nasional yanag juga mantan ketua umum PB PGRI.
Dengan mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat, Pendidikan Maju.” dirinya berharap peringatan tahun ini bisa menjadi moment untuk meletakkan landasan yang kuat, bagi guru memperkuat kontribusi dan peran strategisnya dalam ikut membangunan sumber daya manusia.
“ Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dan tekad kami dalam meneguhkan beradaan guru sebagai pilar utama pendidikan. Dan jika kita seelaraskan dengan semboyan Klaten yang berbunyi “Nyawiji Hanggayuh Mukti, Hangesti Tejaning Jati”, Semakin meneguhkan tekad kami, untuk bersama sama membangun Klaten, menuju Klaten yang lebih maju, sejahtera, beradab, berdaya saing dan berkelanjutan”, harapya.
Terkait dunia pendidikan Nasional saat ini, Suharja menjelaskan PGRI akan terus mengikuti dan mengawal semua kebijakan pemerintah yang saat ini terus dilakukan. Misalnya dinamika implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) yang saat ini masih terus berjalan.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan, baik melalui prinsip pengalaman belajar maupun kerangka pembelajaran yang terus diperkuat. Hingga masalah kesejahteraan guru. Seperti apresiasi terhadap guru tidak tetap, serta penataan kebijakan sertifikasi.
Untuk itu hingga saat ini PGRI akan terus memperjuangkan apa yang menjadi hak dan kuwajiban guru, baik dibidang kesejahteraan, kejelasan status dan percepatan rekrutmen guru honorer menjadi P3K paruh waktu, penguatan kualitas kompetensi tenaga pendidik serta adanya pemerataan akses pendidikan berkuwalitas.
Sementara Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam ucapan selamatnya pada HUT PGRI ke 80, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas dedikasi dan perjuangan para guru dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya warga masyarakat Klaten.
Menurut Bupati Guru adalah salah satu peletak dasar fondamental anak anak untuk menjadi generasi muda yang tangguh, mandiri, beraklag, berintregritas dan bertanggung jawab untuk menuju Indonesia emas. Peran guru sangat penting, vital dan strategis dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.
” Selamat Ulang Tahun PGRI ke 80. semoga moment ulang tahun ini, menjadi landasan bagi kita semua untuk bekerja bersama membangun Klaten dan mendidik anak anak kita menjadi generasi muda yang mandiri, beraklaq, tangguh dan berkepribadian”. harapnya.









