LENSA KLATEN.COM – Aksi demo mendukung pengesahan RUU TNI di gelar ratusan warga masyarakat Klaten Jawa Tengah di beberapa titik lokasi Minggu (30/03-25). Dari pantauan LENSA KLATEN.COM aksi mendukung RUU TNI sedikitnya ada di 3 lokasi berbeda, yakni di perbatasan Boyolali-Klayten, tepatnya di Tegalgondo, kecamatan Wonosari, di desa Karangpakel, kecamatan Trucuk dan di desa Jelobo Kecamatan Juwiring.
Bentangan spanduk dan poster bertulisakan TNI penjaga NKRI, masyarakat mendukung pengesahan RUU TNI,dibawa ratusan peserta aksi yang berjalan damai tertib dan lancar.
Koordinator lapangan aksi di desa Jelobo, Iwan menegaskan aksi dilakukan karena dirinya yakin dengan disyahkannya RUU TNI ke depan TNI akan lebih profesional dan mampu menjadi pengayom masyarakat.
” Bagi yang belum memahami betul isi dari RUU TNI mungkin akan menolak. Bahkan saya yakin mereka yang menolak belum paham betul dan belum tahu semua isi yang ada dalam RUU TNI. Jika mereka membaca secara utuh dan memahami, pasti mereka akan mendukung RUU TNI tersebut”, ujarnya kepada wartawan.
Salah contoh yang bisa dirasakan masyarakat di wilayahnya ialah pembangunan infra struktur , seperti jalan desa, talud, betonisasi dan lain lain, yang semuanya terwujud berkat adanya kemanunggalan TNI dan rakyat, baik melalui program TMMD, serta sinergitas warga dan pemerintah desa bersama TNI dan Polri .
Untuk itu dirinya berharap agar warga masyarakat Klaten tidak mudah terhasut dan terprovokasi, dengan ajakan oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, jika diajak untuk melakukan aksi demo menentang pengesahan RUU TNI.

” Saatnya warga Klaten dengan Bupati yang baru dan msih mudah, untuk fokus membangun Klaten agar lebih baiak lagi. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan yang hanya ingin memecah belah persatuan”, tegasnya.
Harapan ke depan masyarakat Klaten jangan mudah terprovokasi dengan berbagai hal yang bisa memecah belah persatuan.
Sementara itu pernyataan sama disampaikan Slamet korlap aksi yang menggelar aksi di perbatasan Kabupaten Boyolali-Klaten tepatnya di samping tugu selamat datang Gunungan Kembar di desa Tegalgondo. Dirinya menegaskan RUU TNI, tidak ada kaitannya dengan Dwi Fungsi ABRI yang dikawatirkan masyarakat Indonesia. Tapi dengan adanya RUU TNI, kedepan TNI akana lebih profesisonal dan tetap menjaga garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan pertahanan NKRI.
” Semboyan TNI dari dulu sampai sekarang tetap sama dari rakyat untuk rakyat. Dengan semboyan yang sudah melekat di masyarakat dan rakyat Indonesia ini, maka sudah sepantasnya rakyat bersinergis dengan TNI/Polri dalam membangun bangsa dan menjaga kedaulatan NKRI”, tegasnya.
Dirinya mengingatkan banyak TNI dan rakyat yang telah gugur dalam peperangan melawan penjajah untuk merebut kemerdekaan bangsa ini. semua prajurit siap mengorbankan jiwa raganya dalam setiap mengemban tugas negara, terlebih mempertahankan ibu pertiwi ini.
Untuk itu sudah sepantasnya dan saatnya kita mendukung pengesahan RUU TNI, agar TNI/POLRI selalu bersinergis dengan rakyat dalam membangun negeri ini. ” Saya yakin dengan RUU TNI yang baru TNI akan lebih profesioanl dan semakin menjadi pengayom dan teman masyarakat”, tegasnya (batavia)









