LENSAKLATEN.COM – Pemerintah Kabupaten Klaten, terus mendorong umkm yang ada untuk naik kelas, Salah satunya umkm batik. Strategi dilakukan pemerintah melalui berbagai pelatihan, mulai dari pengembangan produk, kemasan, branding dan pemasaran.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Klaten, Benny Indra Ardhianto, di sela pelaksanaan kegiatan gelaran pameran produk umkm di joglo Mojoarum, Desa Jarum, Bayat Klaten jawa Tengah.
Benny mengungkapkan, terkait strategi menaikan umkm batik khususnya di desa Jarum agar bisa naik kelas melalui pelatihan yang selama ini dilakukan oleh DKUKMP, mulai dari pengembangan produk kemasan, branding dan hal lainnya.
“ Pemkab nantinya membantu terkait pemasarannya baik itu dari online maupun offline. Dari offline bisa diadakan pameran seperti di tingkat desa, kecamatan hingga nantinya ke tingkat kabupaten. Tapi banyak juga yang mengikuti pameran tingkat provinsi dan nasional,” Katanya.
Hingga saat ini, ada sekitar lebih dari 50 perajin batik di desa jarum yang memiliki produk dengan keunikan tersendiri.
Selain batik tulis dengan perwarna alam, juga terdapat ecoprint dan teknik sibosi dari jepang dengan berbagai motif.
Benny mendorong pelaku umkm batik di desa jarum untuk mengembangkan berbagai motif yang baru.
Meski saat ini sudah memiliki motif batik khas desa jarum yakni riris pandhan maja arum. Harapannya dengan pengembangan motif batik yang baru tidak tergerus dengan model lainnya, Terutama motif batik dari luar klaten.
Kepala desa Jarum, Iswanta menambahkan, di desa Jarum batik tulis dengan pewarna alam masih menjadi unggulan. Namun selain batik, ada berbagai kuliner khas desa jarum, yang ikut dipamerkan.
”Kita ada rambak, intip dan manggleng. Termasuk produk kuliner kering khas Jarum lainnya juga kami kembangkan,” ujar Iswanta.









