LENSA KLATEN.COM – Bursa pemilihan Wakil Bupati Klaten pengganti almarhum Benny Indra Ardhianto memasuki babak pemaparan visi dan misi di hadapan para anggota dewan. Dua kandidat resmi yang diusung oleh Partai Gerindra, yakni Mahanni Yulindha Pratiwi dan Sriyunanto, membeberkan gagasan mereka untuk melanjutkan roda kepemimpinan daerah sisa masa jabatan 2025 hingga 2030.
Kekosongan kursi kepemimpinan ini sendiri terjadi menyusul wafatnya Benny Indra Ardhianto pada 7 Februari lalu akibat sakit, ketika masa jabatannya bersama Bupati Hamenang Wajar Ismoyo belum genap berjalan satu tahun. Kini, dua kader internal partai pengusung siap bersaing memperebutkan suara mayoritas di legislatif. Kandidat pertama adalah Mahanni Yulindha Pratiwi atau yang akrab disapa Linda Benny. Perempuan berusia 34 tahun ini merupakan seorang pengusaha sekaligus pendiri usaha sektor otomotif dan migas yang aktif memimpin organisasi sayap Partai Gerindra, Perempuan Indonesia Raya Klaten. Sementara kandidat kedua adalah Sriyunanto, seorang wiraswastawan berusia 50 tahun yang menjabat sebagai direktur perusahaan swasta sekaligus pengurus teras DPC Partai Gerindra Klaten.
Dalam sesi penyampaian visi dan misi, Linda Benny membuka pidatonya dengan permohonan doa bagi mendiang suaminya seraya menegaskan bahwa kehadirannya bukan untuk menggantikan sosok almarhum di hati masyarakat, melainkan untuk mengisi ruang konstitusional yang kosong guna mengawal program pembangunan yang telah dirintis.
“Saya tidak pernah bermaksud menggantikan almarhum Mas Benny karena saya yakin sampai kapan pun itu almarhum Mas Benny tidak akan pernah tergantikan di hati seluruh masyarakat Kabupaten Klaten. Saya di sini hadir untuk mengisi ruang konstitusional yang kosong untuk mengawal visi-misi Handarbeni,” ujar Linda dengan suara bergetar.
Linda menekankan bahwa esensi pembangunan sejati bukan sekadar deretan angka statistik kemiskinan atau pengangguran, melainkan berfokus pada kesejahteraan manusia secara nyata. Ia juga kembali menggelorakan semangat visi besar pasangan kepala daerah bertajuk Menangkan Klaten, di mana kemenangan tersebut diartikannya sebagai pencapaian kesejahteraan bagi para petani, pelaku UMKM, generasi muda, serta peningkatan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor.
“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya. Apa pun hasilnya nanti, tidak akan mengurangi kecintaan saya kepada Klaten tercinta ini,” kata Linda.
Sementara itu, kandidat wakil bupati lainnya, Sriyunanto, turut mengawali pemaparannya dengan mengajak hadirin menundukkan kepala untuk mendoakan almarhum Benny Indra Ardhianto. Berlandaskan visi besar Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, Sriyunanto merinci sejumlah misi strategis mulai dari pembangunan sumber daya manusia yang produktif, pemerataan layanan kesehatan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga perwujudan tata kelola pemerintahan yang bersih serta berkeadilan.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan daya saing daerah berbasis potensi lokal serta pembangunan infrastruktur berkualitas guna mendukung konsep kabupaten cerdas atau smart city. Sebagai kader partai, ia memandang pencalonannya sebagai bentuk tanggung jawab organisasi untuk menyukseskan jalannya pemerintahan daerah ke depan.
“Sebagai kader yang baik, saya berkewajiban mikul dhuwur, mendhem jero. Melaksanakan tugas untuk dicalonkan sebagai Wabup Klaten. Semoga siapa pun yang terpilih nantinya bisa mendampingi Mas Bupati mewujudkan Klaten yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” urai dia.
Rangkaian sidang paripurna ini menjadi tahapan penting sebelum DPRD Klaten melaksanakan agenda puncak berupa pemungutan suara. Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, pemilihan resmi melalui mekanisme pencoblosan satu suara per anggota dewan akan dilangsungkan pada Rabu mendatang. (Red)














