Rusak Parah, Wakil Bupati Klaten, Enggan Tinggal Di Rumah Dinas.

Genteng dan Eternit Bocor, Tembok Mengelupas, Kamar Jadi Gudang.

Lensa Klaten.com – Senin Pagi (3/03-25) Secara resmi serah terima jabatan Bupati Klaten telah dilakukan. Dan sejak itu pula Bupati Klaten Hamenang wajar ismoyo SI.KOM dan wakilnya Benny Indra Ardhianto SE, akan mengemban amanah sebagai orang nomor satu dan nomor 2 di Klaten yang akan melayani  rakyatnya  menuju Klaten sejahtera mandiri dan berkelanjutan.

Namun sayang disaat kedua pasangan muda ini mulai gas pol bekerja, ternyata ada beberapa sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang lainnya yang belum tersedia atau “sengaja” belum disiapkan.

Misalnya ruang kerja Bupati dan wakil Bupati yang masih tampak kosong  melompong. “Nggelondang”, hanya ada satu set meja kerja dan kursi tamu. Bahkan  papan nama kecil bertuliskan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, atau Wakil Bupati Benny Indra Ardhianto, yang seharusnya terpasang di meja kerja juga belum ada. Padahal itu hal kecil dan sangat sepele.

Dan yang lebih ngeri lagi keberadaan rumah Wakil Bupati yang saat ini dalam kondisi rusak parah dan belum kunjung diperbaiki. Beberapa genteng dan atap bocor dan lembab tak layak ditempati. Sehingga sang Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhiantopun mengaku belum ada niat masuk kerumah dinas karena kondisi rumah yang rusak belum layak huni.

Kondisi tembok kamar keluarga rumdin wakil bupati Bupati.

Lensa Klaten saat melakukan investigasi melihat langsung rumah wakil Bupati, yang terletak di komplek perumahan BBM, jalan Dewi Sartika Klaten Tengah, memang tampak kumuh, kotor , banyak bagian rumah yang sudah mulai rusak.

Banyak Cat dinding mengelupas, kusam dan berjamur. Genteng dan eternit di beberapa bagian bocor,sehingga jika turun hujan air masuk menggenangi lantai. Sedang suasana rumahpun  tampak berantakan tak terawat.

Sementara di ruang aula eternit sudah mulai melengkung dan ada dua titik dan sudah dalam posisi ambrol. Dikawatirkan jika dibiarkan atau ada getaran serta angin seluruh ternit akan ambrol tak mampu menahan beban.

Di ruang keluarga, banyak dinding tembok mulai rontok mengelupas dimakan usia. Sementara wall paper penutup tembok mulai robek, berjamur dan mengelupas. Kondisi serupa juga terjadi di tembok kamar tidur depan, serta beberapa ruangan lainnya.

Sementara di kamar bagian belakang, tampak tumpukan kasur spring bed hanya diletakkan begitu saja. Sehingga terkesan menjadi gudang  tempat penyimpanan barang.  Sama halnya dengan kondisi ruang dapur dan toilet serta kamar mandi.

Beberapa tenaga rumah tangga wakil Bupati  yang berhasil ditemui mengatakan beberapa hari lalu sudah ada tenaga yang melakukan perbaikan genting bocor di beberapa titik. Namun setelah itu tindak ada perbaikan lanjutan  bagian yang rusak lainnya.

” Kalau beberapa tempat yang bocor kemarin sudah diperbaiki mas. Tapi setelah itu ya sudah, tidak ada tindak lanjut  perbaikan bagian yang lain”, ujar salah satu penjaga.

Wakil Bupati Klaten saat ditemui Wartawan usai rapat bersama Bupati dan Dinas PU Klaten di ruang kerja Bupati Selasa sore (4/02-25), mengaku belum punya rencana kapan akan menempati rumah dinas wakil Bupati.

“Kondisi rumah dinas belum siap untuk dihuni dan masih perlu waktu lama untuk melakukan renovasi perbaikan. Maka sampai saat ini saya belum ada gambaran atau rencana kapan mau pindah kerumah dinas. Saya tak pulang kerumah Delanggu dulu saja mas, walau jauh tapi nyaman”, ujarnya.

Lebih lanjut Benny meminta agar dinas terkait segera melakukan renovasi perbaikan, agar rumah dapat segera dapat ditempati. ” Pinginnya cepat pindah. Karena lebih cepat lebih baik, mengingat saya dan mas Bupati harus segera tancap gas untuk membangun Klaten”, ujarnya.

Sementara itu Kabag Umum Pemda Klaten Siska, yang membidangi keperluan rumah tangga mengaku hingga saat ini belum ada intruksi untuk melakukan perbaikan atau pengadaan lain terkait rumah dinas Bupati dan wakil Bupati, “Hingga saat ini saya belum dapat perintah”, ujarnya.

Tembok kamar depan rumdin wakil Bupati

Sementara itu beberapa pihak sangat menyayangkan kelambanan kinerja Pemkab Klaten dalam melakukan persiapan serta pelayanan menyambut kehadiran Bupati dan wakil Bupati yang baru.

Hal tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi karena akan menganggu kinerja beliau. Apalagi saat ini Pemerintah daerah dituntut kerja keras mengingat kebijakan Pemerintah pusat dalam pengetrapan kebijakan efisiensi anggaran.

Sehingga Bupati dan wakil Bupati yang seharusnya tancap gas langsung bekerja setelah dilantik ternyata justru terhambat karena harus memikirkan hal hal sepele yang sebenarnya sudah diberesi oleh dinas terkait yang ada.

Kondisi ini akhirnya memicu banyak pertanyaan di berbagai kalangan. Bahkan ada beberapa pihak yang mengatakan suasana seperti ini diduga sengaja “diciptakan” oleh oknum oknum tertentu sebagai bentuk “perlawanan” terhadap Bupati dan wakil Bupati baru.

” Kalau memang bukan dugaan “perlawan”, seharusnya setelah Bupati terpilih ditetapkan, Setda segera  memerintahkan bagian umum atau dinas terkait melakukan berbagai perbaikan serta persiapan  agar begitu Bupati  dan wakil Bupati masuk kerja bisa langsung kerja tancap gas. Mosok Bupatinya sudah dilantik sudah serah terima, semuanya belum siap sama sekali. ini kan aneh. Kemana saja selama ini “, ujar sumber

Masih menurut sumber, saat ini pasca lengsernya Sri Mulyani, memang suasana birokrasi di Pemda “cukup panas”. Diduga ada kelompok kelompok tertentu yang mengkalim sebagai “komunitas elite” mencoba ingin tampil “menguasai” birokrasi.

Menurut sumber “pengelompokan” atau geng seperti itu sebenarnya sudah ada sejak lama di Pemda Klaten. Misalnya di era sekitar tahun 90 an. Saat itu ada istilah kelompok 12 ada Genk UGM, Genk Undip dan kelompok lain.

Adanya faksi faksi itu hal yang wajar. Mereka mengelompok karena berbagai kepentingan. ada yang karena almamater, satu frofesi, satu daerah atau karena kecocokan. Namun mereka tetap loyal dan taat pada pimpinan dalam hal ini Bupati.

” Saat itu juga ada faksi faksi atau Genk. Tapi tidak “seberutal” dan senekad sekarang ini mas. Mereka masih menggunakan roso dan tepo seliro. Walau mereka berkelompok tapi mereka tetap loyal dengan Bupati. Tapi sekarang  kelompok seakan untuk “menguasai” birokrasi atau kasarnya mau melawan Bupati. Ini Bahaya mas.”, ujar sumber.

Kalau sudah seperti lanjut sumber Bupati harus bertindak tegas. Sekiranya ada oknum pejabat yang mbalelo atau ingin merusak atau menentang tatanan langsung sikat saja. Kalau perlu digeser masukkan kotak. Karena jika dibiarkan hanya akan mengganggu jalannya pemerintahan.

” oknum oknum seperti ini harus ditindak tegas. Kalau perlu digeser atau dibuang agar tidak menghalangi kerja Bupati dan ASN yang lain. “, ujar beberapa ASN senior yang sebentar lagi akan memasuki masa purna tugas.(batavia)

 

 

 

 

 

 

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *