LENSA KLATEN.COM – Pemerintah Kabupaten Klaten melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar apel kesiapsiagaan bencana untuk menghadapi musim hujan yang telah tiba dan potensi peningkatan aktivitas Gunung Merapi, di alon alon Klaten Jum’at pagi (07/11-25)
Apel Dipimpin Langsung Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dengan melibatkan berbagai unsur yang ada seperti, tim TRC BPBD, Satpol PP, TNI, Polri, PMI, SAR, Orari, serta semua unsur relawan untuk memastikan kesiapan dalam menghadapi bencana sewaktu-waktu.
Dihadapan para relawan serta peserta apel Bupati menekankan pentingnya kesiapan dan ketanggapan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi dan erupsi Gunung Merapi. Menurut Bupati Klaten yang menjadi salah satu wilayah yang rawan bencana, khususnya bencana letusan gunung Merapi dan kegempaan, harus memiliki mitigasi bencana yang kuat dan akurat.
Apalagi lanjut Bupati, berdasarkan Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan akan berlangsung hingga April 2026 mendatang dengan puncak di bulan Januari-Februari 2026. Hujan dengan curah yang tinggi menurut Bupati sangat berpotensi menimbulkan banjir dan angin kencang, karena adanya sampah di saluran air serta dampak pembangunan tol.
Untuk itu menurut Bupati upaya mitigasi yang telah dilakukan saat ini antara lain, normalisasi Kali Dengkeng, pembersihan saluran air, pemangkasan pohon yang rawan roboh serta perbaikan pintu air Dam Tukuman, serta lainnya, diharapkan mampu mengurangi jatuhnya korban jika sewaktu waktu terjadi bencana.
Di sisi lain dirinya juga mengingatkan, selain bencana hidrometeorologi, Klaten yang memiliki Gunung Merapi harustetap waspada, jika sewaktu waktu terjadi erupsi Gunung Merapi. Hujan abu, guguran lava pijar serta wedus gembel adalah ancaman serius bagi masyarakat Klaten, khususnya yang ada di lereng Merapi.
Hal ini perlu di pahami dan menjadi perhatian serius karena saat ini Gunung Merapi bersetatus siaga level III dan akhir akhir ini sering mengeluarkan guguran lava pijar.
” Klaten memiliki jumlah relawan terbanyak secara nasional, yang tumbuh dan berkembanag karena didorong oleh rasa kebersamaan, kesadaran akan kerawanan bencana seperti hidrometeorologi, erupsi, dan gempa bumi. Kita berharap dengan apel kesiap siagaan ini akan semakin meningkatkan semangat kita dalam menghadapai semua kemungkinan yang terjadi”, ujarnya.









