LENSA KLATEN.COM – Pemerintah Kabupaten Jawa Tengah akhirnya akan menggunakan dana APBD tahun 2026 untuk membangun kembali jembatan Gempol yang “ambruk” beberapa waktu lalu. Saat ini anggaran pembangunan jembatan dengan estimasi beaya sekitar Rp 5 milliar masih dalam proses ususlan.
Guna mempercepat pembangunan jembatan Pemerintah Kabupaten akan menggeser dana Belanja Tak Terduga (BTT) Dinas Badan penanggulanangan Bencana Daerah) Klaten, agar bisa digunakan untuk membangun jembatan yang menghubungkan Kabupaten Klaten dan kabupaten Gunung Kidul.
” Saat ini kita tengah mempersiapkan berbagai persiapan dan persyaratan yanag diperlukan. sehingga penggunaan anggaran tidak menyalahi regulasi dan sesuai aruran perundangan yang ada. Mudah mudahan proses sesuai harapan dan jembatan segera dapat kita laksanakan”, demikian ditegaskan Kepala Dinas PUPR Klaten Suryanto ST.MM melalui Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Klaten TRI SIWIDODO, S.T, M.M saat diwawancari Lensa Klaten.com.
Menurut Tri Widodo tim sudah melakukan berbagai koordinasi dengan dinas terkait baik DPPKAD dan BPBD Klaten serta dinas terkait lainnya seperti Bapperinda, Inspektorat, agar proses bisa berjalan lancar, sehingga anggaran bisa segera digunakan.
” Saat ini semua proses sedang kita lakukan dan ajukan. Mudah mudah semua berjalan sesuai harapan. Jika bulan depan bisa selesai maka pertengahan tahun ini pengerjakaan jembatan bisa kita lakukan. Yang jelas semakin cepat semakin bagus”, ujarnya.
Sementara itu Subkoordinator Pemanfaatan dan pemeliharaan Jalan dan jembatan Agus Setyana S.T,M.M, menjelaskan, belum ada kepastian bentuk kontruksi yang akan digunakan untuk membangun kembali jembatan yang menghubungkan desa Karangturi dan Desa Kadilanggon tersebut.
Menurutnya saat ini semua proses masih dalam kajian dan perhitungan pihak konsultan, bagaimana kontruksi jembatan yang baru. Apakah akan memakai lembaran besi baja atau menggunakan beton, semua masih dalam kajian.
” Kita belum bisa memastikan seperti apa kontruksi yang akan digunakan untuk membangun kembali jembatan Gempol. Yang pasti karena bentang tidak terlalu lebar, tiang peyangga di tengah akan kita hilangkan. Karena itu menjadi salah satu penyebab aliran sungai tidak lancar”, ujarnya.

Ketika ditanya kapan dimulainya perbaikan jembatan, Agus tidak bisa menjawab pasti. Yang jelas jika semua proses ajuan anggaran bisa selesai dan berjalan lancar, mungkin pertengahan tahun bisa dilakukan. tapi jika tidak ya harus menunggu tahun 2027 nanti.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jembatan Gempol yang membenatang diatas sungai dengkeng salah satu pondasinya ambrol, sehingga badan jembatan ambles. Selain karena tergerus air sungai akibat banjir, kondisi diperparah karena jembatan ini harus menanggung beban berat lalu lintas truk dam berisi urug Tol yang over kapasitas.
Bupati Klaten yang langsung meninjau lokasi, segera memerintahkan dinas terkait untuk menutup sementara jembatan tersebut karena sangat membahayakan pengguna jalan. Untuk sementara jalur Klaten – Gunung Kidul di alihkan ke beberapa jalur alternatif yang ada.
Guna mempercepat penanganan rencananya perbaikan jembatan penghubung Klaten – Gunungkidul tersebut rencananya diusulkan ke BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), melalui dana DSP didasarkan pada masa siaga bencana hidrometeorologi dengan estimasi beaya sekitar Rp 5 milliar.
Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya Pemda Klaten mengganggarkan melalui dana APBD 2026. Dan saat ini masih dalam proses pengusulan.









