LENSA KLATEN.COM – Setelah menunggu berpuluh puluh tahun Perusahaan Air Minum Daerah ( PDAM) Tirta Merapi Klaten Jawa Tengah, akhirnya bisa mengambil air bersih dari sumber air Ingas Cokro Klaten. Dengan debit rata rata 130 liter/detik, diharapkan proyek ini akan mampu memberi suplai asupan air bersih bagi warga di 5 Kecamatan.
Lima wilayah yang akan mendapatkan air dari Proyek meliputi, kecamatan Cawas, Pedan, Karangdowo, kecamatan Bayat dan sebagian wilayah perkotaan. Pembangunan akan dimulai pertengahan bulan Yuni 2025 hingga Agustus mendatang.
Direktut Utama PDAM Tirta Merapi Irawan Margono melalui Direktur Teknis Sigit Setyawan B, menjelaskan pemasangan pipa akan dimulai dari perempatan jalan sekitar obyek wisata Water Gong Desa Karanglo kecamatan Polanhardjo hingga perempatan GOR Klaten Gergunung Klaten Utara.
Pembagian atau pemecahan aliran air akan dilakukan disekitar pasar/lapangan Mayungan, dimana dilokasi tersebut akan dibuat perempatan pipa air. Untuk pipa ke arah kanan ( Gergunung perkotaan) akan menambah debit air agar lebih kuat di saat jam jam pemakaian. Sementara ke arah kiri akan mensuplai ketersediaan air untuk wilayah Perumahan Griya Prima dan sekitarnya.
Pemasangan pipa sepanjang 13 kilometer tersebut akan mulai dilaksanakan pertengahan Juni 2025 hingga Agustus mendatang dengan menghabiskan dana sebesar Rp 15 milliar diambilkan dari anggaran perusahaan tahun 2025/2026.
” Setelah menunggu berpuluh puluh tahun akhirnya kita baru bisa mendapatkan ijin pemanfaatan air dari kementrian PUPR tahun 2023-2024 lalu, dengan kapasitas 130 liter/detik. Kita berharap dengan jaringan baru nanti, akan menambah pasokan air beberapa daerah yang selama ini belum maksimal, seperti Bayat, Cawas, Karangdowo, Pedan serta sebagian wilayah di perkotaan, sehingga kedepan palayanan akan lebih baik lagi”, ujar Sigit saat menerima wartawan diruang kerjanya Rabu kemarin.
Secara tekhnis lanjut Sigit pemasangan pipa tersebut nantinya akan berlangsung sekitar 72 hari dikerjakan, akan dimulai pada pertengan bulan Juni mendatang. Diharapkan dengan dipasangnya pipa jaringan tersebut kebutuhan serta ketersediaan air bersih bagi sebagian warga Klaten, khususnya yang ada di wilayah Klaten bagian selatan dan timur akan terpenuhi.
Terkait perkembangan jumlah pelanggan PDAM, dijelaskan sampai saat ini, jumlah pelanggan sekitar 51.000 orang tersebar di 23 kecamatan. Dari jumlah tersebut sekitar 20 ribu pelanggan ada di wilayah perkotaan, sisanya tersebar di berbagai wilayah.
Sedang hingga saat ini lanjut Sigit ada tiga kecamatan yang belum terlayani PDAM yakni Juwiring, Wonosari dan Kebonarum. Hal ini disebabkan Kebonarum memang dikenal sebagai sumber air, sementara Juwiring dan Wonosari potensi pasarnya masih sangat rendah.
Ketika disinggung jumlah pelanggan baru tiap tahunnya, dijelaskan jumlah pasang baru tiap tahun rata rata mencapai 1500 hingga Rp 2000 pelanggan. Beaya pasang baru untuk untuk rumah tangga sebesar Rp 1.500.000.
“ Untuk Wilayah Kebonarum belum maksimal karena wilayahnya memang sumber air dan sumber mata air dan sumur penduduk airnya sangat bersih dan baik. Sedang Juwiring dan Wonosari potensi pasarnya masih kecil ” ujarnya.
Mengacu ketentuan dan standarisasi yang ada, idealnya jumlah pelanggan PDAM di sebuah kota mencapai angka 20 prosen dari jumlah penduduknya. Sementara Klaten dengan jumlah penduduk sekitar 1,3 juta jiwa, yang sudah terlayani atau menggunakan air PDAM baru mencapai 13 persen.
Mengapa hal itu terjadi karena menurut Sigit, banyak wilayah Klaten memiliki sumber mata air bersih, seperti Kebonarum, Tulung, Polanharjo, serta Jatinom. Sehingga untuk mencukupi kebutuhan sehari hari, mereka langsung mengambil air dari sumber mata air.
Selain itu banyak sumur di Klaten yang kualitas airnya baik dan layak konsumsi, ditambah adanya layanan air Pamsimas yang ada di beberapa daerah.









