Ojek Pengkolan Stasiun Klaten, Tetap Bertahan Dibawah Beringin.

Sempat Tegang Dengan Ojol.

LENSA KLATEN.COM – Setelah melakukan mediasi antara Ojek Online (ojol) dan Ojek Pengkolan (openg), yang diprakarsai Pemerintah Daerah dala hal ini Dinas Perhubungan dengan melibatkan dinasterkait lainnya, TNI/Polri, Satpol PP, perselisihan antara Ojol dengan para personil ojek pengkolan berakhir damai.

Mediasi yang digelar pada Senin, 12 Januari 2026, telah berhasil menghasilkan beberapa kesepakatan yang diharapkan mampu mengakhiri “konflik” yang sebenarnya sudah terjadi sejak lama.

Point dalam kesepakatan damai tersebut antara lain ditetapkannya area penjemputan penumpang bago Ojol. Dimana mereka diberi ruang penjemputan penumpang di pintu keluar mobil sisi timur stasiun dekat Star Steak dan pintu keluar parkir motor di Jalan Dewi Sartika.

Ojol tetap dilarang masuk kawasan stasiun. Sementara para ojek pengkolan masih tetap bisa mangkal didepan stasiun Klaten, tepatnya di bawah pohon beringin, taman depan stasiun.  Disepakati pula area depan stasiun seluas 50 meter ditetapkan sebagai zona steril dari parkir kendaraan bermotor.

Namun Ojol masih bisa bergeser ke titik jemput lebih dekat stasiun, hanya untuk menjemput penumpang berkebutuhan khusus seperti disabilitas, ibu hamil atau lainnya.

Komitmen kesepakatan ini selanjutkan akan segera di sosialisasikan kepada seluruh anggota, baik untuk rekan rekan Ojol dan Openg. Dan jika terjadi perselisihan dikemudian hari, semua akan diselesaikan sesuai aturan yang berlaku.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM, meminta agar semua pihak mematuhi semua kesepakatan yang telah disetujui bersama.

” Monggo kita semua saudara. sama sama mencari nafkah untuk keluarga. Saya mohon dan saya titip, taatilah kesepakatan  yang sama sama sudah ditanda tangi dan disetujui bersama. Mari kita sama sama mencari rejeki, tanpa harus mengganggu atau merugikan yang lain. Saling memahami dan aling menghormati”, harapnya.

Seperti diketahui konflik antara ojek pengkolan dan Ojol di sekitar halaman Stasiun Kereta Api sudah berjalan cukup lama.

Bibit bibit perselisihan terjadi, dimana para Ojek pengkolan merasa terganggu ( direbut/tersaingi ) dalam mencari penumpang. Sehingga mereka “melarang” para Ojol beroprasi atau managkal di depan stasiun.

Keributan semakin memanas pada Sabtu (09/01-25) akibat perebutan penumpang, yang akahirnya bisa dilerai polisi. Berawal dari kejadian ini akhirnya ratusan pengemudi Ojol Klaten dan beberapa dari luar kota datang melakukan demo di depan stasiun Klaten.

Sementara itu beberapa sumber menyayangkan adanya aksi “penggerudukan” yang dilakukan para Ojol di depan stasiun Klaten beberapa lalu.

Hal ini mengingat para pengemudi ojek pengkolan rata rata umurnya sudah tua dan mereka mangkal ditempat tersebut sudah puluhan tahun secara turun temurun. Mereka sulit jika diharuskan memakai aplikasi, karena usianya sudah tua dan rata rata gaptek (gagap teknologi).

Disamping itu mereka hanya mencari penumpang di kisaran stasiun Klaten dengan mengandalkan penumpang kereta api. Sementara pengemudi Ojol bisa mengambil penumpang dimana saja dengan jangkauan luas tak terbatas. Bahakan Ojol bisa melakukan transaksi bolak balik.

” Kasihan para pelaku ojek pengkolan. Mereka sudah tua dan hanya mengandalkan penumpang yang turun dari kereta api, masih harus bersaing jika Ojol mangkal disitu”, ujarnya.

 

Idul Fitri