LENSA KLATEN.COM – Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM secara langsung meresmikan sekaligus memindahkan kegiatan Car Frre Day (CFD) dari jalan Mayor Kusmanto ke sepanjang jalan Pemuda, yang membelah kota Klaten Jawa Tengah.
Peresmian yang dilakukan Minggu pagi (08/06-25) di seputaran Alun-Alun Klaten ditandai dengan pelepasan balon, serta makan 1000 mangkok soto gartis bersama. Kembalinya pelaksanaan CFD di jalan Pemuda Klaten ini memang sudah lama ditunggu tunggu masyarakat Klaten, karena CFD tahun tahun sebelumnya dinilai kurang representatif, dan seakan kehilangan rohnya.
Menanggapi kembalinya CFD di Jalan Pemuda Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menangah dan Perdagangan Klaten Anang Widyatmoko SH.MM menyambut baik dan siap mendukung sepenuhnya. Menurut Anang CFD di jalan Pemuda akan berdampak langsung dengan pertumbuhan ekomoni rakyat, khususnya para pelaku UMKM di Klaten.
” Saya optimis geliat ekonomi UMKM di Klaten akan semakin maju berkembang, seiring dengan dikembalikannya CFD di sepanjang jalan Pemuda. Hal ini dapat dilihat sehari sebelum pelaksanaan, banyak sekali pelaku usaha yang datang untuk meminta lapak agar bisa menggelar daganganya di lokasi CFD.”, ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Supriyono mengatakan Dinas Perhubungan Klaten mendukung program pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat terutama UMKM di Kabupaten Klaten.
Dan guna menunjang suksesnya acara kegiatan tersebut, Dishub bersama dinas terkait seperti Satpol PP/Polisi melakukan kiatan pengaturan serta pengalihan rute jalan sementara, selama CFD berlangsung.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, dala sambutannya mengatakan CFD bukan hanya sekadar kegiatan menutup jalan dari kendaraan bermotor. Namun, CFD adalah momentum penting untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kualitas udara bersih, gaya hidup sehat, serta ruang interaksi sosial yang positif bagi masyarakat.
Ditambahkan Pengalihan CFD ke tempat semula, seperti yang telah dicetuskan oleh sang penggagas Almarhum Bambang Sigit Sinugroho yang saat itu menjabat sebagai Kepala Bapeda Klaten, telah melalui beberapa kajian, pertimbangan teknis, diantaranya evaluasi lalu lintas, serta masukan dari masyarakat dan stakeholder. Sehingga secara resmi Pemkab Klaten memindahkan dan membuka kembali Car Free Day di Jalan Pemuda.
“Hari ini kita resmi memindahkan CFD Klaten di Jalan Pemuda, yang sebelumnya tahun 2012 ada di Jalan Pemuda lalu ada revitalisasi alun-alun Klaten CFD di pindah di Jalan Mayor Kusmanto dan sekarang kita kembalikan lagi di Jalan Pemuda, jantung kota yang representatif dan lebih strategis sebagai ruang publik terbuka,” tutur Mas Hamenang.
Lebih lanjut, Mas Hamenang berharap, seiring pindahnya lokasi CFD di jantung kota, misa mamacu perekonomian masyarakat sekitar serta para pelaku usaha di Klaten. Di tempat baru ini dirinya berharap agar masyarakat khususnya para pelaku UMKM, pekerja seni, dan masyarakat umum dapat memanfaatkannya secara optimal.
“ Segmen pelayanan umum, seperti pelayanan kependudukan, kesehatan, dan literasi publik, stan dan mobil layanan, bisa kita optimalkan di sini. Dan saya berharap masyarakat bisa memanfaatkan CFD ini dengan baik dan positif mulai dari ber olahraga, seperti senam, joging sepeda santai, atau menggelar ajang kreativitas bagi pejar, seniman dan budayawan”, harapnya.

Sementara itu hasil pantauan LENSA KLATEN.COM dilokasi, tapak ribuan warga Klaten tumplek bek memenuhi sepanjanag jalan Pemuda Klaten yang membentang dari Perlimaan Matahari hingga Pertigaan BRI Klaten. Ribuan warga Klaten dari berbagai pelosok wilayah Klaten datang dan tampak antusias menyambut kembalinya CFD di jantung kota.
Sementara para apelaku UMKM dan warga sekitar kota juga tampak sangat antusias dengan digelarnya CFD di pusat kota. ” Kalau disini lebih ramai dan dagangan juga lumayan laris mas. Karena pengunjungnya datang dari berbagai daerah. Ada yang dari Cawas, Manisrenggu, Jatinom, Karangdoro Tulung bahkan Gantiwarno. Mereka antusias dan ingin sekali kali liburan dikotanya sendiri”, ujar Ny Dony penjual susu Cimory asal Boyolali yang kini menetap dan tinggal di dukuh Bendo Buntalan Klaten Tengah.










