LENSA KLATEN.COM KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten Jawa Tengah menyiapkan 11 armada bus mudik gratis yang siap diberangkatkan untuk menjemput pemudik asal Klaten yang ingin berlebaran di kampung halaman.
Selain menyiapkan armada mudik gratis, Pemerintah Kabupaten Klaten juga akan menyiapkan 6 Pos pengaman lebaran yang akan dibangun di beberapa titik, serta menyiapkan 64 bulan serta sedikitnya 180 tenaga kesehatan, sejumlah rumah sakit dan Puskesmas yang siaga 24 jam.
Keterangan resmi tersebut disampaikan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo SI.KOM, dalam rapat Koordinasi Forkopimda yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten Rabu (11/03-26) yang diikuti seluruh kepala OPD, staf ahli Bupati, jajaran forkopimcam serta dinas instansi terkait lainnya.
Dalam kesempatan tersebut Bupati menjelaskan rapat koordinasi yang digelar dalam rangka persiapan menyambut lebaran, merupakan tindak lanjut dari rakor Forkopimda tingkat Provinsi Jawa Tengah yang diadakan beberapa hari sebelumnya. Diharapkan dengan koordinasi, kesiapan menghadapi Hari Raya Idulfitri 1447 H, khususnya terkait arus mudik dan arus balik, bisa berjalan lancar.
Guna menunjang kelancaran semua kegiatan tersebut Bupati menjelaskan Posko Lebaran 1447 H Tahun 2026 Kabupaten Klaten akan mulai beroperasi pada 14 Maret 2026 hingga 28 Maret 2026.
Pemerintah Kabupaten Klaten juga akan membangun sejumlah pos pengamanan di beberapa titik. diantaranya Pospam Terpadu Delanggu, Pospam Terpadu Alun-Alun Klaten, Pospam Terpadu Exit Tol Ngawen, Pospam Terpadu Exit Tol Jogonalan, Pospam Terpadu Prambanan, serta Pospam Terminal Ir. Soekarno.
Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Klaten telah menyiapkan sebanyak 13 rumah sakit, 34 puskesmas, 42 klinik, dan 1 layanan PSC 119 disiagakan dalam pos kesehatan 24 jam non stop. Pospam berfungsi mulai 14 Maret sampai dengan 24 Maret 2026.
” Selain menyiapkan 6 Pos pengamanan yang tersebar di beberapa titik. Dibidang kesehatan kita juga menyiapkan 64 unit mobil ambulan didukung 180 tenaga medis dan non medis yang siap melayani pemudik dan masyarakat yang membutuhkan. Kesiapan itu masih kita dukung dengan kesiapan 13 rumah sakit, 34 puskesmas, 42 klinik yang siap melayani 24 jam non stop”, ujar Bupati.
Terkait program mudik gratis Bupati menjelaskan Pemerintah Kabupaten Klaten telah berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan siap memberangkatkan 11 armada bus yang akan menjemput pemudik asal Klaten yang ingin berlebaran di kampung halaman.
“Bus akan dilepas pada 14 Maret 2026 dan insyaallah tiba di Klaten pada 16 Maret 2026. Pesan saya bagi pengemudi bus, agar tetap menomor satukan keselamatan. Tidak perlu ngebut atau terburu buru. Sedikit terlambat tidak masalah yang penting selamat sampai tujuan”, harapnya.
Kepada calon pemudik, Bupati juga berpesan, agar tidak terlalu menyolok dalam membawa barang bawaan. Bawalah barang bawaan seperlunya dan seringkas mungkin, sehingga tidak repot dalam perjalanan, pulang dengan selamat bisa berlebaran bersama keluarga di kampung halaman.
Dalam koordinasi Bupati juga sempat menyampaikan pesan Gubernur, agar perusahaan memberikan Tunjangan Hari Raya kepada karyawan secara tepat waktu. Sehingga mereka juga bisa merayakan lebaran bersama keluarga dengan suasana bahagia.
Menyinggung masalah obyek wisata selama lebaran, Bupati berpesan kepada seluruh pengelola tempat wisata dan pelaku usaha agar bisa mempersiapkan diri dengan baik.
” Jangan sampai memakai aji mumpung. Karena liburan dan banyak pengunjung, pengelola tempat wisata, atau pelaku usaha atau parkir tiba tiba menaikkan tarif sesuka hati atau diluar batas kewajaran. Saya minta tarif harus sesuai ketentuan, jangan ada istilah tarif khusus lebaran”, tegasnya.
Sementara Kapolres Klaten, Moh. Faruk Rozi, dalam kesempatan tersebut mengatakan Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu titik fokus dalam Operasi Ketupat Nasional karena menjadi jalur utama yang dilalui pemudik.
Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kemanusiaan sebagai wujud kehadiran negara di tengah masyarakat, dengan tujuan menjaga kekhidmatan Ramadhan dan Idulfitri 1447 H, mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
“Terkait pengamanan jelang idulfitri, kami dari Polres Klaten memiliki strategi diantaranya penggelaran personel & pos Operasi Ketupat Candi 2026 dengan mengedepankan pelayanan yang humanis.Pengamanan kegiatan keagamaan selama Ramadhan hingga Idulfitri, optimalisasi pengamanan jalur Joglo dan jalur menuju objek wisata serta patroli di jam jam rawan”, ujarnya.
Sementara bantuan pengamanan arus mudik dan balik juga disampaikan Dandim 0723 Klaten, Slamet Hardianto. Dandim menyatakan TNI khususnya Kodim 0723 Klaten siap membantu pengamanan arus mudik di wilayah Kabupaten Klaten.
“ Anggota Kodim Klaten hingga Koramil siap turun kelapangan membantu pengamanan arus mudik dan balik lebaran. Dan saya juga telaah berpesan kepada semua anggota agar selalu koordinasi dengan dinas terkait saat dilapangan agar semua berjalan aman dan lancar”, tegasnya.














