Komisi II DPRD Klaten Dorong Realisasi Cepat Pemulihan Pasca Kebakaran

LENSA KLATEN.COM – Pemerintah Kabupaten Klaten menyiapkan alokasi anggaran khusus guna mempercepat pemulihan kawasan Pasar Sidoharjo di Kecamatan Bayat yang sebelumnya mengalami musibah kebakaran. Guna memastikan seluruh rencana penggunaan anggaran berjalan tepat sasaran serta efisien, jajaran Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Klaten langsung turun tangan meninjau langsung lokasi pasar yang berada di Desa Paseban tersebut.

Berdasarkan rencana kebijakan yang disiapkan, pemerintah daerah mengucurkan dana sebesar Rp400 juta untuk pelaksanaan renovasi pasar pada penghujung tahun, serta tambahan alokasi senilai Rp400 juta lagi khusus untuk pembangunan fasilitas pasar darurat. Selain infrastruktur fisik, pemkab juga menambah alokasi dana program subsidi bunga ringan sebesar Rp165 juta melalui Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan.

Program subsidi bunga pinjaman bagi pelaku usaha mikro tersebut dijalankan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah, salah satunya PT BPR Bank Klaten. Melalui skema ini, dari total beban bunga pinjaman sebesar 1 persen, para pedagang hanya perlu membayar 0,2 persen saja, sementara sisanya yang sebesar 0,8 persen ditanggung penuh oleh pemerintah daerah. Tambahan alokasi dana tersebut dihadirkan khusus untuk meringankan beban para pedagang korban kebakaran yang membutuhkan suntikan modal baru.

Ketua Komisi II DPRD Klaten, Agus Riyanto, menegaskan bahwa seluruh program pemulihan harus segera dieksekusi begitu pengesahan anggaran perubahan rampung dilakukan. Pihaknya meminta agar pengerjaan infrastruktur mengutamakan efisiensi anggaran serta ketepatan waktu agar para pedagang bisa segera beraktivitas normal.

“Rencana Kamis nanti ada MoU KUA PPAS APBD Perubahan 2026. Nanti awal September sudah persetujuan bersama APBD Perubahan 2026. Kemudian evaluasi gubernur selama 14 hari kerja. Maksimal akhir September sudah bisa direalisasikan baik untuk pembangunan pasar darurat maupun renovasi tahap pertama,” kata Agus.

Sementara itu, program subsidi permodalan melalui Bank Klaten dijadwalkan mulai dapat dinikmati oleh para pedagang pada Oktober mendatang. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan Klaten, Anang Widjatmoko, mencatat ada sekitar 101 pedagang yang terdampak insiden kebakaran pada akhir Juli lalu, di mana untuk sementara waktu mereka harus berjualan di sekitar area pasar. Pihaknya bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang langsung bergerak menyiapkan lokasi pasar darurat serta perbaikan fisik bangunan pasar.

Direktur Utama PT BPR Bank Klaten, Dewi Ekosari Kurnianingrum, menambahkan bahwa penambahan kuota subsidi ini telah melalui koordinasi lintas instansi bersama dinas perdagangan, badan perencanaan, serta bagian perekonomian daerah. Ia mencontohkan keringanan yang didapat nasabah, di mana porsi subsidi pemerintah mencakup sebagian besar dari total bunga pinjaman yang berjalan setiap bulannya.

“Jadi, bunga per bulan itu 0,2 persen,” jelas Dewi.

Kendati demikian, Dewi menegaskan bahwa pencairan fasilitas kredit modal ini tetap wajib mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku di lembaga perbankan. “Sesuai prosedur, nanti ada analisis dahulu untuk pedagang-pedagang kemampuannya bagaimana dan harus ada jaminan,” kata dia.

Di sisi lain, di tengah upaya pemulihan yang sedang disiapkan pemerintah, para pedagang menyampaikan aspirasi khusus agar beban mereka bisa sedikit diringankan. Setidaknya terdapat sekitar 40 pedagang yang mengalami kerugian parah karena seluruh barang dagangan serta perabot mereka ludes terbakar.

“Kami mohon dengan sangat, pedagang yang terdampak kebakaran ini jangan dipungut retribusi. Kasihan mereka. Karena apa? Mereka sudah susah, kehilangan modal, bangkit dari nol lagi. Mohon korban kebakaran tidak ditarik retribusinya, dibebaskan retribusi selama ada pembangunan yang mau mereka tempati,” kata salah satu pedagang, Basuki.(Red)

Idul Fitri