Atasi Serangan Hama Tikus, Bupati Hamenang Ajak Petani Dengan Pola Tanam Serentak

LENSA KLATEN.COM – Serangan hama tikus terhadap para petani di Klaten Jawa Tengah sudah dalam batas menghawatirkan. Bahkan di beberapa wilayah akibat serangan tikus banyak petani yang akhirnya gagal panen. Tak hanya menyerang tanaman petani, virus leptosporosis yang ada pada kencing tikus juga telah menewaskan sekitar 24 warga Klaten.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo kepada wartawan menegaskan serangan hama tikus di Klaten sudah tidak bisa dianggap remeh. Baik yang ada di persawahan atau rrumah penduduk. Untuk itu dirinya akan segera memanggil Kepala Dinas Pertanian dan instansi terkait guna memerangi ancamahan hama tikus.

” Kita akan segera memanggil dinas terkait guna membahas ancaman hama tikus yang tidak hanya menyerang petani tapi juga manusia. Mungkin salah satu yang akan kita lakukan ialah melakukan pola tanam serempak  bagi petani dan mengetrapkan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat”, ujar Bupati saat melakukan sabung roso di desa Mutihan, kecamatan Gantiwarno Klaten Selasa (12/08-25)

Untuk pola tanam serempak lanjut Bupati, mungkin bisa kita lakukan cara seperti dulu yakni padi padi diselingi sekali polowijo. Jadi  menanam padi secara bersamaan dalam dua musim, setelah itu diselingi tanaman polowijo, seperti kedelai, jagung atau lainnya.

Selain mengetrapkan pola tanam serempak lanjut Bupati, juga dilakukan pemasangan alat pengusir hama tikus yang lebih dikenal dengan istilah rumah burung hantu, bekerja sama dengan Pemerintah Propinsi dan Polres, melakukan full trap dan segera dilakukan ialah melakukan gropyokan tikus bersama sama dan berkesinambungan.

” Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, propinsi serta dinas terkait lainnya, Insya Alloh secepatnya alat rumah burung hantu akan segera datang dan kita bagikan kepada petani. Tapi yang tercepat ialah melakukan kegiatan gropyokan tikus secara bersama sama dan rutin di tiap tiap wilayah. Mudah mudahan dengan berbagai kegiatan ini kedepan hama tikus tidak lagi menjadi ancaman bagi petani dan masyarakat Klaten”, ujarnya.

Camat Gantiwarno V.Retno Setyaningsih. SKM MMR.

Sementara itu Camat Gantiwarno Retno V Retno Setyaningsih SKM.MMR kepada wartawan menjelaskan akibat serangan hama tikus, banyak petani di Gantiwarno yang terpaksa gagal panen. Dan ini berdampak pada pembayaran PBB, dimana banyak warga yang minta waktu mudur garena gagal panen.

Sedang untuk virus leptosporosis, hingga akhir Juli 2025 jumlah warga yang terkena virus leptosporosis ada 25 orang tersebar di 7 desa. Dan hampir semua yang terkena leptosporosis ialah para petani yang bekerja disawah.

” Kalau kemarin kemarin ada yang meningga. Alhamdulliah Untuk saat ini semua yang terkena virus tikus leptospirosisi bisa sembuh dan tertolong”, ujarnya.

Terkait masalah hawa tikus bagi petani, Retno menjelaskan sesuai arahan dari Mas Bupati dan dinas terkait, secepatnya pihaknya akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait, agar para petani di Gantiwarno mau kembali ke pola tanam seperti dulu yakni pola tanam serempak diselingi tanaman polowijo.

” Selain gropoyak tikus dan pemasangan alat rumah hantu, cara efektif mencegah dan membatasi populasi perkembangan hama tikus ialah dengan mengetrapkan pola tanam serempak yang diselingi tanaman polowijo”, ujarnya.

Harapan kita, semoga petani di Gantiwarno bisa kompak dan guyub rukun untuk melakukan apa yang menjadi kebijakan dan arahan mas Bupati. Sehingga masalah serangan hama tikus dapat secepatnya ditanggulangi.

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *