LensaKlaten.Com (Yogyakarta) – Kamis 2 April 2026, Gubernur Daerah Istimewa Yogyaakaarta yang juga Kanjeng Sinuhun Sri Sultan Hamengkobowono genap berusia 80 tahun.
Lahir pada 2 April 1946 lalu, beeliaua dinobatkan menjadi Sultan pada tanggal 7 Maret 1989 menggantikan almarhum Ayahanda Sri Sultan Hamengkobowono IX. Tak beberapa lama kemudian beliau juga dilantik dan ditetapkan sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta hingga sekarang.
Prosesi peringatan ulang tahun ngerso dalem sendiri dilangsungkan secara sederhana, namun tak lepas dari nilai luhur budaya Keraton yang hingga saat ini masih di rawat, dilestarikan dan dijalankan.
Salah satu bentuk penghormatan dan rasa syukur kepada Sri Sultan, sekitar 12.000 peserta dari 438 kelurahan se Jogyakarta menggelar kirab Paguyuban Pamong dan unsur Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) se-Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan yang dilakukan mulai dari titik nol kilometer Yogyakarta, melintasi jalan Malioboro dan berakhir di bangsal Pagelaran keraton. Kegiatan yang digelar oleh Paguyuban Nayantaka bersama Pemerintah Daerah DIY ini, sebagai bentuk penghormatan masyarakat Yogyakarta kepada kepemimpinan beliu, sekaligus dalam rangka Managayubagyo 80 tahun Yuswo dalem.
Dalam proses kirab, para peserta para peserta mengenakan busana adat Jawa Jangkep Mataraman serta membawa hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada Ngarsa Dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Dalam kegiatan tersebut pelaksana juga menyediakan 16.000 porsi nasi angkringan gratis yang bisa dinimkamti masyarakat di sepanjang jalan malioboro.

Perayaan ini menjadi wujud syukur sekaligus ajang silaturahmi antara pamong kalurahan dengan Keraton Yogyakarta melalui tradisi sowan massal. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat pelestarian budaya serta nilai kebersamaan masyarakat dalam bingkai keistimewaan DIY.











