LensaKlaten.Com (Klaten) – Klaten Jawa Tengah kembali diporak porandakan angin kencang puting beliaung. Setelah beberapa hari lalu angin menghancurkan beberapa desa di wiwlayah keca,atan Jatinom dan sekitarnya, kini giliran 7 desa di 4 kecamatan “diamuk” angin lesus.
Jum’at sore ( 03/04-26) 4 kecamatan di Kabupaten mendapat giliran “disapu” angin puting beliung. Dari 4 wiwlayah kecamatana tersebut, yakni Kemalangf, Klaten Selatan, Kaarangdowo dan kecamatan Karangnongko, sedikitnya 7 desa terdampak langsung dan mengangami kerusakan cukup parah.
Wilayah Kecamatan Klaten Selatan, angin puting beliung menghantam seputarana desa Gayamprit. Tidak ada korban jiwa di wilayah ini. Hanya satu papaan reklame ukurana besar yang tepat berada di depan Merapy resto roboh, serta 3 pohon tumbang menutupi jalan di desa Nglinggi.
Sementara di Kecamatan Kemalang angin puting beliung menerjng di desa Keputraan. Sedikitnya 4 pohon tumbang disapu angin, menimpa kabel jaringana listri dan rumah/gasebo.
Kerusakan juga menimpa sebuah bengkel motor yang genetengnya terkelupas serta ambruknya pohon bambu yang menimpa rumah warga.
Sementara di wwilayah Kecamatan Karangnongko, angin kencang menerjang beberapa rumah penduduk dan tempat usaha. 2 rumah makan milik warga atapnya terbang. Angin juga menerjang atap usaha depo pasir serta warung angkringan.
Sementara di wilayahaa kecamatan Karangdowo, wilayah paling timur yang berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo, angin puting beliung menerjang dua desa yakni desa Karangtalun dan desa Demangan.
Tidak ada kerusakan berat dalam peristiwaa mencekam yang terjadi beberapa menit ini. Hanya beberapa genting dan seng rumah penduduk rusak. Beberapa pohon tumbang namun tidak sempat membuat kemacetan arus lalu lintas.
Supervisor Pusdalops BPBD Kabaupaten Klaten Indiarto, dalam keterangannya kepada wartawan, mengatakan, dalam kejadian angin puting beliung yang terjadi Jum’at Sore sekitar pukul 3.40 menit, sempat memporak porandakan 7 desa di 4 wilayah kecamatan.
Tidak ada korban jiwa dalam musisbah tersebut. Jumlah kerusakanpun relatif kecil dibanding angin puting beliung yanag menimpa Jatinom, beberapa waktu lalu.
Namun lanjut Indit, kondisisnya masih relatif aman dan tidak terlalu banyak 6 rumah penduduk rusak ringan, 1 tempat ibadaah rusak, 12 tempat usaha (warung dan depo pasir) rusak, serta beberapa pohon tumbang dana sebuah papan reklame roboh.
” Seluruh unsur kekutan kita aterjunkan. Mulai dari TNI/Polri, ti URC BPBD, relawan, Damkar,PMI serta unsur lain. Alhamdulillah semua kondisi sudah normal dan kondusif”, ujarnya.









