Ketua Apti Jateng Prihatin Kebijakan Anggaran DBHCHT Kurang Berpihak Kepetani Tembakau

LensaKlaten.com – Ketua umum asosiasi petani tembakau indonesia (APTI) Jawa Tengah, Wisnubrata mengaku prihatin atas kebijakan yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Tengah atas kebijakan anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau. Ia mengatakan jika beberapa kepala daerah tidak konsen kepada petani tembakau, sehingga para petani tidak merasakan dan menikmati dana bagi hasil dari tembakau tersebut.

Hal tersebut dikatakan oleh Wisnubrata, dihadapan para pengurus dan anggota APTI Klaten, disaat pelaksanaan Muscab APTI Klaten di aula dinas pertanian, ketahanan pangan dan perikanan kabupaten Klaten, rabu siang,(08/01/2025).

Ia merasa prihatin atas kebijakan yang terjadi di beberapa daerah di wilayah Jawa Tengah. Banyak para petani tembakau di beberapa wilayah justru hanya sebagai penonton  dan tidak merasakan dana bagi hasil cukai hasil tembakau sesuai harapan. Hal tersebut terjadi dikarenakan kebijakan para kepala daerah yang tidak pro dan konsen kepada petani tembakau.

“ Diwilayah Jawa Tengah sendiri banyak ditemukan daerah yang tidak konsen memikirkan para petani tembakau, sehingga DBHCHT jarang berpihak kepada para petani tembakau,” Katanya.

Wisnubrata berharap kedepan, para kepala daerah di Jawa Tengah, salah satunya kabupaten Klaten,  untuk memikirkan para petani tembakau , sehingga mereka juga bisa menikmati dan merasakan DBHCHT.

Sedangkan calon bupati Klaten terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo, menceritakan jika dirinya dibesarkan dari tembakau, dikarena orang tuanya yang merupakan petani tembakau, dan berkecimpung dalan dunia pertembakauan,  sehingga dalam kepemimpinan Klaten ke depan, Ia menegaskan sudah menjadi kewajibannya Bersama-sama APTI klaten untuk memperjuangkan tembakau di kabupaten klaten.

“ Kalau bicara pendapatan dari tembakau sangatlah besar, kurang lebih 200 triliun tetapi yang kembali ke para petani masih kecil dan belum sesuai yang diharapkan. Untuk itu yang menjadi pekerjaan rumah (pr) dan perjuangan kedepan, bisa memperjuangkan petani tembakau Klaten dan nanti bisa membuat peraturan di kabupaten klaten yang bisa lebih memihak bagi para petani tembakau dari dbhcht,” Kata Hamenang.

Terkait pelaksanaan Muscab DPC APTI Klaten, kali ini mengambil tema, “Terwujudnya petani tembakau yang makmur, sejahtera dan ikut membangun bangsa”.

Ketua panitia Muscab, Suranto mengatakan jika pelaksanaan Muscab DPC APTI dilaksanakan untuk memilih kepengurusan baru periode 2025 – 2030.

Dalam muscab turut hadir Calon Bupati terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo, Dewan penasehat APTI Klaten Kadarwati, ketua DPD Apti Jawa Tengah Wisnubrata beserta sekjen APTI Nanang, anggota Dewan Klaten Triyono, perwakilan pengurus APTI perkecamatan penghasil tembakau beserta PPL, perwakilan petani, pengusaha, buyer tembakauayang ada kabupaten Klaten.

“ Untuk hari ini, Muscab untuk memilih ketua DPC APTI Kabupaten Klaten, kemudian nantinya tim formatur akan membentuk kepengurusan yang mana harapanya nanti kepengurusan yang baru, lebih solid, lebih handal, sehingga bisa mengayomi petani pengusaha tembakau yang ada di kabupaten Klaten ini untuk bersinergi dengan dinas terkait,” Jelas Suranto.

Penasehat DPC APTI Klaten Kadarwati berharap siapapun yang terpilih, nantinya bisa membawa petani tembakau klaten untuk menjadi lebih baik, lebih solid, dan yang pasti memperjuangkan apa yang menjadi hak para petani tembakau, agar petani lebih makmur dan sejahtera.

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *