Gila.Remaja Disabilitas ” Digarap” Di Kamar Mandi Masjid Usai Jum’atan.

Dugaan sudah dilakukan lebih dari 4 Kali.

LENSA KLATEN.COM – Seorang remaja putri penyandang disabiltas berinisial (Y) usia 26 tahun warga Klaten Tengah, Klaten Jawa Tengah, diduga telah menjadi korban pencabulan atau pemerkosaan, yang dilakukan pria berusia sekitar 66 tahun.

Remaja yang memiliki keterbelakangan mental dan tuna wicara ini, “digarap” pria berinisial (M) di sebuah kamar mandi masjid di wilayah Klaten Tengah, usai selesai sholat Jum’at.

Dari hasil rekaman cctv yang kini telah diamankan pihak keluarga, perbuatan bejat warga Klaten selatan yang juga merupakan tetangga desa korban, dilakukan lebih dari 3 kali. Namun pada perbuatan terakhir, aksinya berhasil dipergoki tetangga korban yang curiga dengan gerak gerik pelaku.

Oleh warga pelaku akhirnya diamankan dan dibawa ke kerumah RW, untuk di introgasi dan dimintai keterangan. Dalam keterangannya dihadapan RT/RW, perangkat desa yang disaksikan oleh Bhabinkambtibmas, pelaku mengaku semua perbuatannya. Selanjutnya kejadian dilaporkan ke Polres Klaten.

AM kakak korban kepada wartawan menjelaskan, kejadian terungkap pada jum’at siang (19/12-25) selesai sholat jum’at. Warga curiga masjid yang sudah sepi tapi masih ada sepeda yang tertinggal. Sementara korban yang biasanya pulang terlambat karena sering bersih bersih dan menata masjid tidak tampak.

Karena penasaran akhirnya warga nekad masuk masjid. Kecurigaan akhirnya terbukti, karena setelah membuka kamar mandi yang tertutup, mendapatkan pelaku tengah “memaksa” korban untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Saat ditanya oleh beberapa warga dan keluarga, adiknya dengan polos memperagakan apa yang telah dilakukan oleh pelaku dengan gerakan tangan dengan menunjuk ke arah kelaminnya.

“Sebenarnya warga sudah curiga dengan gerak gerik pelaku. Tapi mereka tidak menduga jika lelaki tua itu akan melakukan perbuatan seperti itu. Dugaan perbuatan bejat pelaku, semakin diperkuat setelah warga membuka cctv masjid. Ternyata dari hasil rekaman pelaku sudah melakukan hal serupa lebih dari 4 kali”, ujarnya.

Sementara beberapa warga dan saksi yang memergogi saat kejadian mengatakan, hampir setiap Jum’at atau hari hari biasa pelaku dengan menggunakan sepeda ontal putar putar sekitar masjid. Namun warga tidak curiga karena masjid yang berada ditepi jalan tersebut memang sering disinggahi warga luar.

Akhirnya kecurigaan warga terjawab, setelah melihat  posisi kamar mandi terkunci dari dalam dan ada sepeda diluar. Saat dibuka paksa tampak pelaku bersama korban ada didalam.

“Jika dilihat dari seringnya pelaku muter muter disekitar masjid, ada dugaan pelaku memang mengincar korban. Karena korban sering bersih bersih masjid, baik sebelum sholat dan sesuah sholat”, ujar PT salah satu saksi.

Sementara BK orang tua korban kepada wartawan dengan tegas meminta agar kasus ini tetap diproses hukum dan pelaku dihukum sesuai perbuatannya. Apalagi anak disabilitas berkebutuhan khusus.

Selain melapor Polisi dirinya juga telah melapor ke Dinas Sosial Klaten dan membawa anaknya ke rumah sakit untuk diperiksa dan minta visum.

” Awalnya ada upaya masalah ini diselesaikan secara damai. Namun karena tidak ada titik temu, akhirnya kita sepakat kasus ini dibawa keranah hukum. Dan orang ini harus ditangkap dan dihukum karena saya khawatir akan ada korban lain lagi, selain anak saya”, ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Taufik Frida Mustofa Saat dikonfirmasi wartawan membenarkan ada laporan warga terkait kajadian tersebut. Dijelaskan saat ini tengah dilakukan pemeriksaan para saksi.

” Saat ini pemeriksaan sudah kita lakukan. Hari ini beberapa saksi sudah kita periksa dan kita mintai keterangannya”, ujar Kasat saat dikonfirmasi wartawan.

Idul Fitri