LENSA KLATEM.COM – Kasus luar biasa Demam Berdarah (DB) tahun 2025 cenderung menurun dratis dibanding tahun 2024 lalu. Penurunan yang luar biasa ini diharapkan bisa dipertahankan, atau semakin diperkecil di tahun 2026 mendatang.
” Jika dibanding tahun 2024 lalu, kejadian DB di Klaten tahun 2025 atau hingga minggu ke 50, cenderung menurun dratis, Perkembangan positip ini kita harapkan bisa dipertahankan atau semakin kita tekan serendah mungkin di tahun 2026 ini”, demikian samapaikan kepala Dinas Kesehatan kabupaten Klaten Jawa Tengah dr Anggit Budhiarto MM.MR diruang kerjanya Rabu (07/01-26).
Grafik penururnan tersebut lanjut Anggit dapat dilihat dari tabel kejadian kasus berikut resiko yang diakibatkan.
Pada tahun 2025 di Klaten terjadi 511 kasus Demam Berdarah dengan resiko yang ditimbulkan 3 orang meninggal dunia. Angka ini menurut Anggit jauh menurun dibanding kejadian tahun 2024 dimana jumlah kasus Demam Berdarah mencapai 1.256 kasus dengan resiko terdampak 31 orang meninggal dunia.
” Kita berharap tahun 2026 angka kasus DB berikut dampak yang ditimbulkan dapat ditekan seminim mungkin. Tentunya perlu langkah kongkrit dari Pemerintah kabupaten. dalam hal ini Dinas kesehatan dalam memaksismalkan tugas dan fungsi petugas dilapangan”, ujarnya.
Salah satu keberhasilan penekanan angka DB di tahun 2025 menurut Anggit, karena semakin sadarnya masyarakat untuk berpola hidup sehat, baik dalam hal makanan maupun menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Dan yang tak kalah penting adalah peran petugas jumantik di Klaten yang saat ini mencapai ribuan, tersebar hingga tingkat RT/RW. Sebagai ujung tombak mereka berperan aktif langsung memberi penyuluhan dan himbauan ke warga.
” Dalam masalah kesehatan melalui petugas di Puskesmas dan bidan desa, kita terus membentuk kader kader kesehatan hingga tingkat RT/RW. Baik melalui gerakan PKK atau Posyandu kita membentuk kader tangguh seperti petugas Jumantik, atau pendataan STUNTING”, ujar anggit.
Sementara untuk menekan timbulnya kasus DB di tahun 22026, dtengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini, Anggit meminta agar warga terus menjaga kesehatan dengan menerapkan pola hidup dan pola amakan yang sehat.
Membersihkan lingkungan sekitar sangat penting agar tidak ada genangan air atau tempat yang bisa dijadikan sarang nyamuk, khususnya nyamuk Aedes Aegypti . Jika ada anggota keluarga yang sakit menderita panas lebih dari 2 hari disertai bintik merah dibadan, langsung dibawa ke rumah sakit, puskesmas atau dokter terdekat.









