LENSA KLATEN.COM – Menandai bulan Menanam Nasional tahun 2025, Pemerintah desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten Jawa Tengah menggelar aksi penanaman 1000 bibit pohon buah buahan (tanaman keras).
Dalam program yang diberi nama “Desa Cerdas Iklim”, Pemerintah desa Ponggok menggandeng kerja sama dengan berbagai pihak lintas lembaga dan instansi, seperti Institut Pertanian Bogor (IPB), Aqua, Perhutani, Dinas Pariwisata, DLH serta Dinas Pertanian dan tanaman pangan dan Pemerintah Kabupaten Klaten.
Dalam kegiatan ini sekitar 1400 bibit tanaman dari berbagai jenis seperti, Jeruk, Mangga, Nangka, Alpokat, Duku Jambu batu dan lainnya ditanam diatas lahan seluas 2 hektar yang tersebar di berbagai RW (dukuh).
Ketua Departemen Manajemen IPB, Dr. Solitrison, dalam kesempataan tersebut menjelaskan kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus memaksimalkan potensi Desa Ponggok sebagai desa wisata berbasis sumber daya air.
Menurut Dr. Solitrison, kegiatan penanaman pohon ini merupakan bentuk mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim yang harus dilakukan mulai dari tingkat desa. Dan menjadi bagian dari dukungan lokal terhadap agenda global perubahan iklim, termasuk pembahasan internasional seperti COP 30 di Brasil.
“ Saat ini kita sudah menyelenggarakan program aksi penanaman 1.000 bibit pohon dalam rangka program Desa Cerdas Iklim di Desa Ponggok. Tujuannya merespon isu perubahan iklim melalui aksi yang bisa dilakukan pemerintah mulai dari tingkat Desa”, ujarnya.
Kenapa memilih Ponggok, Solitrison mengatakan, selain memiliki anugerah sumber daya air yang luar biasa, IPB Bogor telah menjalin hubungan dengan Desa Ponggok sejak 2020. Sehingga untuk mengoptimalkan peran desa Ponggok sebagai sumber air yang potensial, perlu kolaborasi dari hulu, tengah, hingga hilir.
“Penanaman ini bukan hanya sekedar penghijauan, tetapi juga terkait ketahanan dan kesejahteraan pangan rakyat. Dimana buah bisa dikonsumsi sendiri atau dijual. Sehingga selain program gizi berjalan perekonomian dan kesejahteraan warga juga tercapai”, tegasnya.
Dengan program tersebut serta kegiatan yanag sudah berjalan saat ini yakni Apotek Ternopat, hasil kolaborasi dengan Aqua dan pemerintah daerah, Desa Ponggok bisa menjadi desa percontohan tingkat Nasional, sebagai desa wisata yang mampu melestarikan dan mengoptimalkan sumber daya alam tanpa harus merubah eko sistim yang sudah ada.
















