LENSA KLATEN.COM – Menganggap tidak syah terhadap hasil Konfrensi Cabang (Konfercab) GP Ansor yang baru saja dilaksanakan, Forum Pemuda Ansor Bersatu (FPAB) Kabupaten Klaten Jawa Tengah, menggelar pertemuan di desa Ngrundul, kecamatan Kebonarum, Klaten Selasa (3/06-25).
Pertemuan disalah satu rumah penduduk setempat bertujuan menyampaikan sikap tegas atas hasil Konfrensi Cabang (Konfercab) yang mereka anggap tidak syah dan tidak transparan.
Ahmad Sholeh Arsyad, dari FPAB, menegaskan upaya mereka menggelar aksi sebagaia bentuk penyelamatan keutuhan Pemuda Ansor Klaten agar tidak terpecah. Hal ini mengingat dalam pelaksanaan Konfercab tidak ada transparasi serta menyalahi ketentuan yang sudah diatur dalam anggaran rumah tangga GP Ansor.
” Saya kawatir jika hal ini dibiarkan terus akan memicu kehancuran atau terpecahnya GP Ansor di Klaten”, tegasnya.
Menurut Sholeh sesuai temuan dilapangan, Konfercab GP Ansor Klaten yang baru saja terlaksana tidak memenuhi ketentuan kuorum, sesuai yang tertera dalam Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PDPRT) GP Ansor.
Dimana dalam aturan tersebut jelas tertulis tertuang aturan dimana keputusan dalam konfercab harus diambil dengan kehadiran minimal dua pertiga peserta. Sedang yang terjadi di Konfercab GP Ansor Klaten yang baru lalu, dari 26 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang ada dengan jumlah ranting lebih dari 129, hanya 13 PAC yang hadir.
Sehingga dari situ saja bisa dilihat jika jalannya Konfercab tidak memenuhi kuorum, Sehingga semua hasil dan keputusan Konfercab dianggap tidak syah dan tidak berkekuatan hukum secara organisasi.
Disatu sisi FPAB juga menyoroti sejumlah pelanggaran prosedural dalam pelaksanaan Konfercab. Mereka menilai proses pemilihan ketua tidak transparan dan tidak melibatkan seluruh elemen organisasi secara adil. Padahal selama ini musyawarah mufakat menjadi pondasi dan prinsip utama, didalam mengambil sebuah keputusan dalam organisasi.
” Kami akan segera mengirim surat resmi penolakan kepada Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Pusat GP Ansor. Kami berharap suara dari bawah ini didengar dan menjadi bahan pertimbangan dan evaluasi terhadap pelaksanaan Konfercab”, tegasnya.









