LensaKlaten.Com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menggelar rapat paripurna dengan agenda pengumuman masa berakhirnya Bupati dan Wakil Bupati Klaten periode masa jabatan 2021-2025, serta penandatanganan berita acara pengumuman pasangan calon Bupati dan wakil Bupati terpilih dalam Pilkada tahun 2024 pada Kamis (6/2/2025).
Dalam Sidang ini, DPRD Klaten menetapkan pasangan calon Hamenang Wajar Ismoyo – Benny Indra Ardhianto sebagai paslon terpilih di Pilkada Klaten 2024, dan untuk selanjutnya diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri agar bisa dilantik pada tanggal 20 Februari langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Jakarta sesuai jadual yang telah ditetapkan.
Terkait siapa saja yang akan ikut dalam pelantikan tersebut, dirinya belum bisa menjawab, karena hingga saat ini belum ada petunjuk atau peraturan presiden yang mengatur.
Sementara Bupati terpilih Terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo mengaku cukup lega dan bersyukur karena beberapa tahapan pasca Pilkada, telah dilalui dan berjalan dengan baik.
“Beberapa tahapan sudah kita lalui dan lewati bersama. Mudahan mudahan tahapan terakhir yakni pelantikan yang akan digelar di Jakarta 20 Februari mendatang langsung oleh Bapak Presiden dapat berjalan baik dan sesuai rencana,” harapnya.
Terkait penataan Klaten kedepan, lebih jauh Hamenang menjelaskan dirinya bersama wakil bupati akan melakukan “percepatan” di berbagai sektor dan kegiatan dengan menggandeng pihak lain atau pihak ketiga agar dapat segera tancap gas.
Hal tersebut dilakukan, lanjut Hamenang, karena jika mengacu pada APBD, semua sudah diketok oleh Bupati sebelumnya dengan pos pos yang sudah ditentukan. Sehingga dalam setahun kedepan dirinya akan menjalankan APBD yang ada.
Tapi di sisi lain, banyak kegiatan yang sudah ditunggu masyarakat misalnya infra struktur jalan yang harus segera dilakukan. Untuk itu ia akan melakukan berbagai upaya serta “percepatan” dengan menggandeng dan membangun kerja sama dengan pihak ketiga serta investor guna menyelesaikan permasalahan tersebut tanpa menggunakan uang dari APBD.
“Salah satu contoh masalah klasik yakni sampah. Masalah sampah di Klaten tidak bisa diselesaikan hanya dengan menambah lahan pembuangan. Tapi harus dicarikan solusi, bagaimana sampah bisa selesai di TPA. Makanya yang kita butuhkan kedepan bukan penambahan lahan sampah, tapi teknologi agar sampah bisa terurai dan selesai di TPA,” tegasnya.











