LENSA KLATEN.COM – Bupati Klaten Hamenang Wajar ismoyo mengecek langsung lokasi terdampak bencana tiang listrik sutet (tower transmisi listrik) yang ambruk akibat hujan deras dan angin kencang yang terjadi pada Sabtu lalu di desa Mlese, Kecamatan Ceper, dan desa Ketandan di kecamatan Klaten Utara, Klaten Jawa Tengah.
Dala kesempatan tersebut bupati mengapresiasi dan sangat berterima kasih kepada tim dari PLN serta Dinas BPBD Klaten dan Dinsos serta instansi terkait lainnya yang langsung gerak cepat melakukan penanganan dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak musibah.
” Terima kasih temen teman dari Dinsos, BPBD serta PLN yang turun langsung kelokasi, mulai dari tingkat pusat dan bawah, guna melakukan penanganan bagi masyarakat yang terdampak serta perbaikan sementara jaringan atau tower, agar bisa segera berdiri atau dioprasikan, sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat tidak terganggu”, ujarnya.
Lebih lanjut Bupati menjelaskan, saata ini tim PLN baik dari pusat, propinsi hingga Kabupaten tengah melakukan pengecekan dan asesmen, agar secepatnya tiang tower permanen dapat segera dibangun. Saat ini yang dibangun tentunya tower sementara, agar pasokan listrik tidak terganggu. Apalagi kondisi bangunan ada di tengah sawah, sehingga perlu penanganan khusus.
Dalam musibah ini sedikitnya ada 8 rumah yang terdampak, satu buah masjid dan sawah. Semua sudah tertangani dengan baik. PLN berjanji akan membantu sepenuhnya kerusakan yang terjadi akibat musibah tersebut.
Manager PLN Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Salatiga, Ardylla Rommyonegge, mengatakan sebanyak 100 personel petugas PLN yang diterjunkan dibagi dua tim yakni separo untuk menangani dua tower yang roboh di lokasi berdekatan. dan sisanya mendirikan tower konstruksi sementara atau tower emergency.
“Kami terjunkan 100 personel gabungan dari beberapa unit. mulai dari Purwokerto, Semarang, Salatiga, Karawang, serta unit-unit induk di provinsi,” ujarnya.
Dijelaskan tower transmisi listrik yang roboh itu adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT (sebelumnya disebut SUTET). Tower yang memiliki tegangan tinggi 150 kV itu menyuplai kebutuhan listrik untuk wilayah Pedan-Klaten.
Meskipun tower SUTT 150kV Pedan-Klaten itu roboh, tetapi Ardylla menyebut pasokan listrik ke rumah warga tidak terganggu.
“Alhamdulillah bisa direkonfigurasi secara cepat. Kemarin gangguannya hanya sekitar 10-15 menit dan langsung bisa pulih kembali karena direkonfigurasi,” jelasnya.









