LENSA KLATEN.COM – Bupati Klaten Hameneng Wajar Ismoyo memastikan stok ketersediaan bahan pangan, khususnya beras di Klaten menjelang hari raya Idul Fitri sangat aman. Hal tersebut disampaikan usai melakukan sidak di gudang Bulok Karangwuni, Ceper Klaten Selasa pagi (18/03-25), usai melakukan sidak kebutuhan 9 bahan pokok di pasar Srago Klaten, Jawa Tengah.
” Alhamdulillah setelah kita mengecek langsung kesiapan beras di gudang bulog Karangwuni, Ceper ini, dengan jumlah beras yang ada di gudang Bulog saat ini, semua masih sangat aman dan tercukupi. Artinya jelang lebaran hingga 6 bulan kedepan stok beras masih aman dan cukup”, ujarnya kepada wartawan usai sidak.
Namun lanjut Hameneng jika jelang lebaran ada kenaikan harga beras atau bahan pangan dipasaran menurutnya hal lumrah, karena tradisi setiap lebaran atau tahun baru pasti ada kenaikan harga. Tapi yang terjadi saat ini kenaikannya sangat tipis dan wajar. Sehingga semua masih aman dan normal dan belum perlu dilakukan operasi pasar.
” Saat ini semua bahan pokok ada dan tersedia, harganyapun masih relatif terjangkau. Jika ada kenaikan masih dalam batas wajar. Demikian pula ketersediaan beras sangat aman. Stok kita di gudang Bulog melimpah, ada sekitar 7600 ton, cukup untuk 6 bulan kedepan. Sehingga kita belum perlu melakukan operasi pasar”, ujarnya.
Sementara Kepala Gudang Bulog Karangwuni Ceper Samsul Bakhri menjelaskan, saat ini beras yang tersimpan di gudang Bulog Ceper mencapai 7600 ton dengan estimasi untuk kebutuhan 6 bulan kedepan. Kebutuhan beras di Klaten sendiri lanjut Samsul setiap bulannya rata rata mencapai 1000 ton.

” Untuk persediaan beras saya kira tidak ada masalah. Dengan stok yang ada saat ini sangat aman.Kita siap mengeluarkan jika sewaktu waktu diperlukan”, ujarnya.
Ketika disinggung terkait serapan gabah kering dari petani, Samsul mengatakan semua sudah berjalan dengan baik. Bahkan bekerja sama dengan TNI, Bulog telah melakukan pembelian gabah langsung kepada petani dengan harga Rp 6500/kg.
” Target gabah kering yang tersimpan atau terbeli dari petani ke Bulok sesuai stok nasional mencapai 28.000 ton gabah kering hingga April mendatang. Saat ini kita sudah mencapai 30 persen. Dengan datangnya musim panen saat ini, kita optimis target tersebut akan tercapai”, terangnya.(batavia)









