LENSA KLATEN.COM – Kabar baik bagi para murid dan lulusan SMK di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.
SMK Pangudi Luhur (PL) Leonardo Klaten bekerjasama dengan Maxima Stiftung me-launching Program Ausbildung pada Senin (19/1/2026).
Untuk diketahui, Program Ausbildung adalah sistem pendidikan vokasi profesional di Jerman yang menggabungkan teori di sekolah kejuruan dan praktik langsung di perusahaan selama tiga tahun, menghasilkan tenaga kerja terampil dengan sertifikasi profesi Eropa, dan bahkan peserta mendapatkan gaji pelatihan bulanan (training wage).
Ini adalah program “belajar sambil bekerja” yang sangat praktis, ideal untuk membangun karier di berbagai bidang seperti teknik, perhotelan, kesehatan, dan IT, dengan hampir 100 persen lulusan langsung direkrut kerja.
Kepala SMK Leonardo Klaten Bruder Leonardus Paryoto, FIC menyampaikan, Program Ausbildung ini merupakan program kerjasama antara SMK Leonardo Klaten dengan Maxima Stiftung.
“Dalam program ini, kami mencoba membuka peluang dan pola pandang, pola pikir anak-anak kami agar selalu bertumbuh dan berkembang (growth mindset). Agar wawasan anak-anak kami dalam memandang masa depannya itu semakin luas, global, internasional. Maka growth internasional ini menjadi ikon kita. Bagaimana anak-anak mempunyai wawasan bekerja sampai luar negeri, sampai Jerman, Jepang, Cina, dan sebagainya,” kata bruder.
Bruder Leonardus Paryoto, FIC menyatakan, Program Ausbildung ini merupakan sebuah terobosan langkah besar yang dilakukan sekolahnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan bagi lulusan SMK Leonardo Klaten. Selain itu, juga untuk membuka peluang kerjasama dengan dunia usaha dan dunia kerja.
“Program Ausbildung ini sudah kita mulai pada bulan Januari ini, dengan membuka kursus bahasa Jerman, sejak tanggal 12 Januari, yang diikuti 35 anak. Kursus bahasa Jerman diadakan setelah jam pelajaran sekolah,” ujar bruder.
Bruder Paryoto mengatakan, Program Ausbildung ini membuka peluang anak kedepan agar bisa ke Jerman untuk magang kerja dan kuliah selama tiga tahun. Setelah itu, mereka akan mendapat sertifikat setaraf D3. mereka juga mendapatkan uang saku sesuai aturan di Jerman.
“Kami seluruh warga sekolah memohon doa restu dan dukungannya dari bapak, ibu semuanya agar program ini berjalan dengan baik dan lancar, serta memberikan manfaat bagi lulusan SMK Leonardo Klaten. Dan semoga kerjasama ini membawa SMK Leonardo Klaten semakin maju dan punya daya saing di tingkat global dan internasional,” harap bruder.
Sedang Direktur Maxima Stiftung Bendy Edwi Hantoro menjelaskan, Program Ausbildung ini dikenalkan di Jawa Tengah sejak 2018, yaitu di SMK Negeri 7 Semarang. Awalnya, Maxima Stiftung hanya memberangkatkan satu anak ke Jerman. Namun seiring perjalanan waktu, antusiasme lulusan SMK yang ingin mengikuti program ini cukup tinggi.
“Program Ausbildung ini bisa menjadi jembatan bagi anak SMK yang ingin mengikuti pelatihan kerja dan kuliah di Jerman. Dalam program ini, anak-anak 70 persen mengikuti pelatihan kerja, dan 30 persen mengikuti pendidikan atau pembelajaran di perusahaan Jerman. Selama tiga tahun anak-anak mendapat uang saku yang nomimalnya sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta per bulan selama Program Ausbildung,” terangnya.
Bendy Edwi Hantoro menerangkan, ketika Program Ausbildung sudah selesai, maka mereka bisa melanjutkan kuliah di Jerman, atau melanjutkan bekerja di perusahaan yang sama.
“Harapannya, ini menjadi program yang bagus. Ini program pertama di Solo Raya. Dan sekaligus SMK Leonardo Klaten akan menjadi pilot project-nya. Selain itu, juga sebagai sentra untuk mendaftar program ini bagi peserta di klaten dan sekitarnya,” tandasnya.

Sementara itu Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo dalam sambutan mengapresiasi dan menyambut baik launching Program Ausbildung ini.
“Ini hari yang luar biasa, saya bisa hadir di acara launching Program Ausbildung. Program yang tidak hanya magang kerja, tetapi bisa melanjutkan kuliah. Anak-anak juga mendapat uang saku, yang sepertinya sudah penghasilan. Programnya panjang. Ini luar biasa,” ungkap bupati.
Menurut Bupati, Program Ausbildung ini penting bagi warga Kabupaten Klaten.
“Seperti kita ketahui, setiap tahun di Kabupaten Klaten ini ada ribuan siswa SMA dan SMK yang lulus sekolah. Dari ribuan lulusan ini, ada yang melanjutkan kuliah, dan ada yang langsung bekerja. Alhamdulillah, sekarang ada satu lagi pilhan yang menarik. Program Ausbildung ini membantu anak-anak kita untuk menuju cita-citanya, untuk masa depan yang lebih cerah. Karena lumayan, masih SMK sudah mendapat “gaji” sekitar Rp20 juta,” tutur bupati.
Mas Hamenang berharap, kerjasama antara SMK Leonardo Klaten dengan Maxima Stiftung ini dapat berjalan dengan baik.
“Semoga dari tahun ke tahun, semakin banyak siswa siswi kita yang mengikuti program ini. Sehingga harapan kita, mereka bisa sedini mungkin merencanakan masa depannya dengan lebih baik. Pemerintah Kabupaten Klaten tentu saja siap men-support program ini,” tegas bupati.
Terkait, Ketua panitia panitia launching Program Ausbildung, Ag Endang Kristiarini menambahkan, launching ini merupakan tindak lanjut kerjasama SMK Leonardo Klaten dengan lembaga mitra yaitu Maxima Stiftung. Ini sebagai upaya sekolah dalam membuka akses pendidikan dan kerja internasional bagi lulusan SMK Leonardo Klaten.
Launching ini bertujuan untuk pertama, mensosialisasikan Program Ausbildung Jerman kepada orang tua dan murid. Kedua, memberikan pemahaman mengenai peluang pendidikan dan kerja di Jerman melalui Program Ausbildung. Ketiga, menyiapkan lulusan SMK yang kompeten, berdaya saing global dan berkarakter. Dan keempat, meningkatkan kepercayan kepada masyarakat terhadap program internasional yang diselenggarakan oleh sekolah.
Program Ausbildung di SMK Leonardo Klaten ini sudah diikuti oleh empat amluni SMK Leonardo Klaten serta 35 murid Kelas XI dan Kelas XII dari sekolah setempat. Selain itu, juga ada 23 anak Kelas X yang berminat dan mendaftar untuk mengikuti Program Ausbildung ini.










