Lensa Klaten.COM – Pelantikan 72 pejabat di jajaran Pemda Klaten yang digelar di Pendopo Kabupaten Klaten Jum’at siang kemarin (15/02-25) kemarin, hingga kini ternyata masih menjadi perbincangan masyarakat. Khususnya di kalangan PNS di jajaran Pemkab Klaten.
Karena selain ada dugaan unsur “dipaksakan” dan tergesa gesa, ternyata banyak pejabat yang diposisikan tidak sesuai disiplin ilmu yang dimiliknya. Misalnya seorang psikolog harus ngurusi bidang pertanian. Seorang sarjana teknis justru ditempatkan di Dinas Kesehatan, bukan di Dinas terkait misalnya PU atau Perwaskim (Salah Kamar). Selain itu pergeseran pejabat kemarin juga juga diwarnai atraksi “lompat galah”.
Dari catatan yang didapat Mattanews, ada beberapa pejabat yang semula menjabat eselon IIIB bisa langsung menduduki posisi di eselon IIA, sementara pejabat yang semula duduk di eselon IVA tiba tiba bisa menduduki jabatan di eselon IIIB, padahal seharusnya duduk di IIIA dulu.
Tak hanya itu dalam daftar nama nama yang dimutasi ternyata juga banyak pejabat yang terpaksa “salah kamar” dalam menduduki jabataan barunya. Sedikitnya ditemukan ada 6 pejabat yang menduduki pos baru dengan latar belakang disipilin ilmu yang berbeda dengan yang dimiliknya.
Misalnya, Nur Bandiyah, ST, seorang sarjana teknis yang seharusnya masuk di Dinas PU atau Perwaskim, justru ditempatkan menjadi Kabid sumber daya kesehatan di Dinas Kesehatan. Bondan Sidharta Purbo Sejati S.Hut. seorang sarjana kehutanan malah suruh ngurusi jadi Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi di dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Nanik Listyawati SE,M.Acc jurusan ekonomi mala masuk untuk ngurusi teknis menjadi Kepala Bidang Perumahan Rakyat di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman(Perwaskim).
27 Waris Handoyo yang bukan orang teknis juga dipaksakan menjadi Kepala Bidang Kawasan Permukiman dan Pertanahan di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) idealnya yang menempati posisi teknis adalah sarjana Tekhnis.
Yang lebih tragis lagi dialami Novia Erna Purwanti S.Psi.M.Si, seorang sarjana psikologi harus ngurusi hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan disiplin ilmu yanag dimiliknya. Seorang sarjana psikologi harus ngurusi ketahanan pangan dengan jabatan barunya sebagai Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Sementara seorang Sarjana Pertanian yakni Erni Kusumawati SP.M.Sc yang bidangnya di pertanian justru dijadikan camat di wilayah Karangnongko.

Kepala Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Klaten Agus Setyawan Prasetyo S.STP.M.Hum ketika dikonfirmasi terkait adanya beberapa pejabat yang “lompat” eselon dalam pelantikan kemarin, mengatakan tidfak ada masalah.
Menurut Agus sesuai aturan yang baru, seseorang yang sudah menduduki eselon IIIB, bisa langsung menduduki eselon II. Hal ini karena dala aturan baru tidak ada lagi istilah eselon dengan embel embel A atau B.
“Aturan yang baru memungkinkan seorang camat bisa langsung menduduki jabatan Setda, karena tidak ada lagi istilah eselon IIA atau IIB dan seterusnya. Sehingga jika dalam pelantikan kemarin ada yang dari eselon IIIB langsung bisa menduduki eselon II, tidak ada masalah, tidak melanggar aturan” ujarnya.
Sementara itu Yusuf Andi Pratama atau yang akraab dipanggil mas Andi Agatha pengamat kebijakan publik dan pemerintahan, menyoroti pelantikan 72 pejabat di jajaran Pemda Klaten kemarin, selain tergesa gesa juga terkesan “dipaksakan”, untuk mengejar target.
Apalagi dalam penempatan posisi jabatan banyak yang “salah kamar”, atau tidak sesuai disiplin ilmu yang dimiliknya. Misalnya seorang psikolog masak harus ngurusi pertanian dan sebagainya.
“Kasihan mereka. Sudah belajar dan kuliah payah payah, tapi ilmunya tidak bisa diterapkan ditempat kerjanya, karena salah masuk kamar”, ujarnya.
Ditegaskan pula oleh Andi, “rusaknya” tatanan birokrasi terkait penataan pegawai di jajaran Pemda Klaten sudah berlangsung sejak lama. Hal ini tentunya tidak bisa dibiarkan terus, jika tidak ingin Klaten menjadi semakin “amburadul”.
Untuk itu lanjut Andi dirinya berharap dan punya harapan besar kepada Bupati Klaten yang baru Mas Hamenang Wajar Ismoyo.SI.Kom beserta wakilnya, untuk menata ulang kembali tentang kepegawaian dan tata pemerintahan di jajaran Pemda Klaten, agar Klaten segera bisa segera tancap gas mengejar ketertinggalannya dari daerah laian disekitarnya.
” Saya berharap besar pada mas Bupati baru agar bisa menata kembali tatanan birokrasi di Klaten, dimana dalam penempatan pejabata disesuaikan dengan disiplin ilmu yang dimilik atau berkopeten di bidang dan keahliannya. Sehingga pemerintahan bisa berjalan harmonis, lancar. Kedepan Klaten bisa cepat mengejar ketertinggalnya dari daerah lain sekitarnya”, harap Andi. (batavia)















