LENSAKLATEN.COM – Jumlah kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 di wilayah hukum Polres Klaten mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data resmi yang dirilis, total kejadian menurun hingga 50 persen, dari 42 kasus pada tahun 2024 menjadi 22 kasus pada tahun 2025, Senin (14/04/2025).
Selain jumlah kejadian, dampak kecelakaan juga tercatat menurun. Pada tahun 2024, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 3 jiwa, sementara pada tahun 2025 tidak ada korban jiwa. Jumlah korban luka berat meningkat tipis dari 6 menjadi 8 orang, sedangkan korban luka ringan turun dari 47 menjadi 29 orang. Kerugian material pun menurun drastis dari Rp 71.300.000,- pada 2024 menjadi Rp 34.500.000,- pada tahun 2025.
Penurunan angka kecelakaan ini diapresiasi oleh jajaran Polres Klaten yang menganggapnya sebagai hasil dari peningkatan kinerja dan kesadaran masyarakat.
“Penurunan ini merupakan buah dari kerja sama seluruh pihak, baik kepolisian, pemerintah daerah, maupun masyarakat. Kami intensifkan patroli, penyuluhan, dan rekayasa lalu lintas untuk meminimalkan potensi kecelakaan,” ujar Kasi Humas Polres Klaten, AKP Nyoto.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas terus digencarkan, terutama menjelang dan selama masa mudik Lebaran. Selain itu, pengawasan terhadap kendaraan angkutan umum dan pribadi juga diperketat demi memastikan kelayakan jalan.
“Kami tidak hanya menindak pelanggaran, tetapi juga mendorong budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan. Hasil positif ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki layanan dan pengamanan lalu lintas ke depan,” lanjut AKP Nyoto.
Dengan capaian ini, Polres Klaten berharap tren positif dapat terus berlanjut, tidak hanya dalam momen Operasi Ketupat tetapi juga dalam aktivitas lalu lintas sehari-hari. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan mengutamakan keselamatan di jalan raya.









