Jelang Puasa Benny Pantau Harga Di Pasar Tradisional Klaten.

Beberapa Harga Kebutuhan Mulai Merangkak Naik.

Lensa Klaten.com – Jelang 3 hari memasuki bulan suci romadhon, wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto melakukan sidak ke beberapa pasar tradisional Klaten. Selain memantau harga kebutuhan dilapangan , sidak untuk memastikan adanaya ketersediaan bahan pokok pangan menjelang puasa dan memasuki hari raya Idul Fitri.

Didampingi Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Anang Widayatna serta beberapa kepala dinas terkait, Benny mengunjungi pasar Gede Klaten dan beberapa pasar vtradisional lainnya, seperti Mbayat dan pasar Wedi Klaten.

Saat dilapangan Benny mengakui memang ada beberapa bahan pokok yang mulai merangkak naik, seperti telor, minyak dan beberapa komuditas lainnya.

Dirinya bernjani akan terus melaklukan pemantuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok tetap ada dan terkamin serta kenaikkan yang masih dalam batas wajar.

“Kita akan terus melakukan pemantuan untuk sejumlah komuditas pangan terutama 9 bahan pokok pangan, agar tidak terjadi kelangkaan. Dan kita akan terus melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar tidak terjadi kelangkaan serta kenaikan harga yang tidak wajar”,ujarnya.

Selain memantau harga dan ketersediaan 9 bahan pokok pangan, dalam kesempatan tersebut Benny juga menerima serta menampung semua masukan serta keluhan pedagang. Di pasar Gede umumnya Benny menerima keluhan pasar yang masih sepi, terutama di lantau 2 dan 3 serta fluktuatif harga yang sulit di prediksi.

Dirinya akan menampung semua keluhan dan secepatnya akan di koordinasikan dengan dinas terkait, sambil menunggu kedatangan Bupati Hamenang Wajar Ismoyo setelah selesai mengikuti Retret di Magelang.

” Semua keluhan nanti kisa sapaikan mas Bupati dan tentunya akan kita bahas bersama sama, agar selama bulan suci romadon dan seterusnya kenaikan harga dapat ditekan, ketersediaan barang aman serta bagaimana mengoptimalkan pasar Gede khusunya yang berada di lantai 2 dan 3″, jelasnya.

Sementara itu Kepala Pasar Srago Agus Setiyono menjelaskan memasuki bulan suci romadon memang terjadi kenaikan harga untuk beberapa barang komoditas, seperti telu, cabai dan minyak goreng. Namun kenaikan masih dalam taraf wajar dan terjaangkau pembeli.

Misalnya harga telor yang semula hanya dikisaran Rp 25.000 hingga Rp 26.000 kini meranagkak naik diposisi Rp 29.000/kilogram. Sementara harga minyak goreng MinyaKita yang semula Rp 14.000/liter sesduai HET (Harga Eceran Tertinggi) kini menjadi Rp 15.700/liter. Namun menurut Agus kenaikan tersebut sudah berlangsung cukup lama.

Saat ini lanjut Agus harga telur ayam saat ini Rp 28.667 per Kg. Namun ada juga beberapa pedagang yang menjual Rp 29.000/kilogram. Minyak goreng premium Rp21.000 per liter

Daging ayam dari Rp 32.000/kg saat ini merangkak naik menjadi Rp 35.000/kg. Sedang harga daging sapi masih di kisaran  Rp120.000 per Kg.

Kepala Pasar Gede Klaten Purwadi saat ditanya terkait harga, menjelaskan kenaikan 9 bahan pokok di pasar gede mulai dari terigu, minyak goreng, gula, telor, daging dan sayuran seperti kentang wortel, cabai, relatif sama dengan pasar lainnya di Klaten.

Kenaikan ada di kisaran Rp 3.000 hingga Rp 6.000 per komoditas. Jika ada selisih paling di kisaran Rp 1.000 rupiah.

“saya kira kenaikan di pasar Gede dan pasar Srago serta pasar Wedi relatif sama. Jika ada selisih paling di kisaran angka seribu rupiah. Yang agak sulit saat ini adalah MinyaKita. Walau barangnya ada tapi sangat terbatas”, ujarnya.

Untuk MinyaKita pedagang masih membatasi penjualan dengan harga sekitar Rp 17.000 hingga Rp 18.000/liter.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Klaten Hery Susilo menjelaskan ada kenaikan harga cabai rawit dan cabei merah dalam sepekan ini. Kenaikan berkisar Rp 5.000/kilogramnya.

Harga cabai merah merah mencapai Rp 91.667 per kg dari sebelumnya Rp79.333 per Kg. Cabai rawit hijau dari Rp33.667 per kg menjadi Rp34 ribu per kg.

Menurut  Herry terjadinya kenaikan disebabkan gagal panen, dimana banyak tanaman cabai yang rusak atau terserang penyakit karena hujan serta faktor cuaca yang tidak menentu. (batavia)

 

 

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *