LENSA KLATEN.COM – RSUD Bagas Waras Klaten menerjunkan 20 tenaga medis dan apoteker dalam pelaksanaan khitanan massal yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Klaten Jawa Tengah, di aula Masjid Raya Klaten Rabu (24/12-25).
Direktur RSUD Bagas Waras Klaten dr Sigit Joko Nugroho kepada wartawan menjelaskan dari 20 tenaga medis yang diterjunkan terdiri dari 6 dokter 13 perawat dan 1 tenaga apoteker. Dan semua tim yang diterjunkan merupakan tenaga profesional dibidangnya.
” Dalam kegiatan amal kali ini tim medis yang kita terjunkan ada sekitar 25 personil. Meliputi 20 tenaga medis, sisanya tenaga adminitrasi, pengawas, dan lainnya. Petugas yang kita terjunkan merupakan tenaga medis yang memang sudah ahli di bidangya”, ujar Sigit.

Sementara itu Ketua BAZNAS Kabupaten Klaten KH Muchlis Hudaf menyampaikan, Pada khitanan massal gelombang 2 tahun 2025 tahun ini diikuti 190 anak dari 200 kuota yang disediakan. Jumlah ini memang menurun jika dibanding tahun lalu, dimana pada tahun 2024 jumlah peserta khitanan mencapai 250 anak.
Disampaikan khitanan massal ini dalam rangka pentasyarufan dana infaq Ramadhan tahun 2025 dari Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kabupaten Klaten. Dimana pada gelombang 2 ini panitia menyediakan 200 kuota, namun hingga pelaksanaan acara yang mendaftar ada 190 anak.
“ Jika dibanding tahun lalau 2024, peserta tahun ini menurun. Dimana tahun 2024 ada 250 anak, sekarang hanya 190 anak yang mengikuti. Kemungkinan penurunan terjadi karena banyak anak anak yang sudah melakukan khitanan sendiri, atau anak anak masih menikmati liburan sekolah”, ujarnya.
Dalam kegiatan ini lanjut Muchlis sasaran atau fokus utama peserta ialah anak anak dari keluarga tidak mampu atau kurang beruntung. Walau demikian ada satu dua anak dari keluarga mampu ikut khitanan disini karena senang ikut khitanan bersama teman temannya.
Terkait pembiayaan Muchlis menjelaskan semua kegiatan biaya khitanan dibiayai dari BAZNAS Klaten, yang berasal dari dana infaq ramadhan. Sementara rumah sakit yang ikut berpartisispasi antara lain, RSUD Bagas Waras Klaten, RSI Klaten, dan RS dr Soeradji Tirtonegoro.
“Jadi, BAZNAS itu setiap tahun mengadakan pengumpulan dana dari infaq ramadhan. Jadi ini bukan zakat, sehingga bebas digunakan untuk apapun. Tahun ini infaq ramadhan terkumpul Rp450 juta. Dan (khitanan massal) ini habisnya Rp113 juta,” ujarnya.
Setiap peserta khitan mendapat baju koko, peci, sarung, dan uang saku Rp75 ribu. Sehingga kalau dihitung, totalnya (biayanya) Rp420 ribu per anak. Ini total kebutuhan untuk biaya medis dan non medis.
Sementara Bupati Klaten Hamenang wajar Ismoyo SI.KOM yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas peran BAZNAS Klaten dalam berbagai kegiatan sosiala di Klaten salah satunya menggelar acara khitanan massal bagi anak anak dari keluarga yang kurang beruntung.

Dirinya berharap kegiatan khitanan massal ini bisa membantu masyarakat Klaten, khusunya bagi mereka dari keluarga yang nasibnya kurang beruntung atau belum ada rejeki untuk melakukan khitanan sendiri. Untuk itu dirinya meminta agar kegiatan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Kedepan semakin ditingkatkan dan makin banyak anak yang terfasilitasi khitanan gratis.
“Kami menyambut baik khitanan massal yang diadakan Baznas Kabupaten Klaten ini. Alhamdulilah, kegiatan ini rutin diadakan, dua tahun sekali, diikuti warga masyarakat Kabupaten Klaten, dengan momen yang tepat, yaitu momen liburan sekolah. Alhamdulilah hampir 200 anak mengikuti khitanan massal, pas hari libur dan perayaan Natal dan Tahun baru,” tandas Bupati.
Dalam kesempatan tersebut tak lupa Bupati mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Klaten, seluruh sponsor, dan pihak terkait, yang membantu dan terlibat dalam kegiatan khitanan massal ini. Khususnya 3 rumah sakit yang telah menerjunkan tenaga medis profesionalnya di meja operasi.









