90 Hektar sawah Di Gantiwarno Terendam Banjir. Dipastikan Gagal panen.

Merendam Sawah petani Di Lima Desa, Kerugian ratusan Juta.

LENSA KLATEN.COM – Sekitar 90 hektar sawah petani di kecamatan Gantiwarno Klaten Jawa Tengah terendam banjir akibat luapan air sungai sungai Apur apur, sungai Kongklangan, Birin dan sungai Dengkeng. Akibatnya diperkirakan 25 hektar sawah petani akan mengalami gagal panen dan kerugian capai ratusan juta.

90 hektar sawah yang tergenang luapan sungai berada di 6 desa yang letaknya bersebelahan dengan wilayah gunung Kidul, atau dipinggiran lereng pegunungan Kapur.

Di desa Ngandong sawah yang tergenang air sekitar 23 heketar dan 5 hektar dipastikan gagal panen. Desa Gesikan ada 21,75 hektar terendam air dipastikan 10 hektar akan gagal panen. Kragilan 25 hektar, 3 hektar diperkirakan gagal panen, di desa Sawit yang tergenang 4,5 hektar terancam gagal panen 2 hektar dan Katekan 14 hektar, yang terancam gagal panen sekitar 4 hektar dari lahan yang ditanami.

Beberapa petani yang berhasil ditemui mengaku hanya pasrah dengan keadaan tersebut. Menurutnya akibat musibah tersebut dirinya mengalami kerugian lebih dari 10 juta.

” Untuk beaya tanam, mulai dari mengolah tanah hingga siap panen rata rata beaya yang dikeluarkan sekitar Rp 3,5 juta per patok. Mulai dari upah mengolah tanah, benih, pupuk serta obat obatan. Kalau saya punya lebih dari 2 patok, tinggal mengalikan saja mas”, ujar salah satu petani.

Hal sama disampaikan petani asal Ngandong yang harus mengalami kerugian puluhan juta akibat sawahnya tergenang banjir. Tanaman padi yanag sebentar lagi harusnya sudah panen dan laku dijual, tiba tiba rusak tergenang air.

” Saat ini harga per patok padi di sini tebasannya mencapai Rp 9 juta mas. Kalau tidak ada musibah ini, mungkin beberapa hari lagi saya bisa panen dan uangnya bisa untuk membeli kebutuhan lebaran.  Tapi gara gara musibah ini, nggak bisa membelikan baju untuk lebaran anak cucu ms”, ujarnya.

Sat set V.Retno camat  Gantiwarno langsung sidak lokasi banjir

Camat Gantiwarno Retno  V. Retno Setyaningsih, S.K.M., M.M.R. saat ditemui diruang kerjanya Jum’at pagi ( 06/03-26) membenarkan jika ada sekitar 90 hektar sawah petani yang tersebar di 6 desa diwilayahnya tergenang luapan air sungai.

Pihaknya telah melakukan monitoring dan langsung turun ke lokasi genangan air. Selanjutnya seemua kejadian telah dilaporkan ke Pemerintah kabupaten erta dinas terkait baik BPBD dan Dinas Pertanian dan Tanaman pangan.

” Saat itu juga saya bersama jajaran Forkopimcam turun kelapangan, melihat langsung kondisi sawah petani yang tergenang air. Semua kejadian juga langsung kita laporkan ke Pemda serta dinas terkait lainnya”, ujar retno.

Dan respon dari Dinas Pertanian lanjut Retno, akan ada bantuan benih padi bagi para petani terdampak dari Pertanian. Saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan dan nantinya segera di distribusikan, sambil menunggu air benar benar surut.

Menurut Retno, sebenarnya sejak dulu wilayah Gantiwarno merupakan daerah langganan banjir, karena daerahnya rendah. Namun kejadian kali ini, mungkin kejadian yang terparah, karena faktur cuaca yang extrem.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Idul Fitri