LENSA KLATEN.COM KLATEN — Sekitar 53.000 anak di Kabupaten Klaten Jawa Tengah akan menjadi sasaran vaksinasi campak. Program Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten melalui Dinas Kesehatan ini diambil menyusul ditemukan dua kasus campak pada anak di wilayah Kecamatan Prambanan, Klaten.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, dr Anggit Budhiarto MM.MR kepada wartawan usai mengikuti gelar kesiapan Dinkes menyambut Mudik dan lebaran, program ini diambil sebagai respon cepat atas kejadian yang menimpa anak di wilayah Prambanan, agar ada antisipasi dini, sebelum menular lebih jauh lagi.
Ia menjelaskan kedua anak yang terinfeksi masih berusia 5 tahun dan 6 tahun. Dari hasil kajian dan pemantauan dilapangan, besar kemungkinan kasus tersebut terjadi karena dipengaruhi tingginya mobilitas warga di kawasan perbatasan.
” Dari hasil pemantauan yang terus kita lakukan, dapat dipastikan kedua anak masih dalam kondisi baik, walau masih dalam perawatan, namun tidak memerlukan perawatan rawat inap. Dan ini salah satu upaya kami untuk selalu cepat dan sigap, begitu ada gejala langsung segera kita tangani”, terangnya.
Terkait penyebab pasti, Anggit belum bisa memastikan dan tidak mau berandai andai. Yang pasti lanjut Anggit, mereka tinggal di perbatasan, dimana mobilitas di sana sangat tinggi.
Terkait temuan tersebut Anggit menjelaskan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah langsung merespon dan bergerak cepat. Saat ini Dinkes Propinsi berencana melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) guna mencegah penyebaran penyakit lebih luas.
“Campak ini sebenarnya suatu kasus yang sebetulnya yang diharapkan sudah tidak ada. Maka dengan temuan ini Dinkes Propinsi tetap akan melakukan kegiatan ORI, yaitu kegiatan vaksinasi kepada masyarakat di Kabupaten Klaten,” jelas Anggit.
Nantinya ada sekitar 53.000 anak dibawah 5 tahun akan menerima vaksinasi. Untuk pelaksanaan Dinkes masih menunggu surat resmi dari Propinsi.
Campak merupakan penyakit yang umumnya menyerang anak-anak, dengan gejala antara lain muncul ruam merah di seluruh tubuh, demam, serta sakit tenggorokan. Infeksi ini disebabkan oleh virus.
Dampak bagi para penderita ialah penurunan daya tahan tubuh dan berdampak terhadap kesehatan lainnya. Sehingga walau tingkat fatalitasnya rendah, penyakit ini sangat mudah menular.
Salah satu pencegahannya ialah menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti rutin mencuci tangan, memakai masker, serta menutup mulut saat batuk atau bersin. Ia juga menekankan pentingnya imunisasi lengkap bagi anak.
Dari catatan data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, saat ini kasus Campak di Indonesia meningkat. Hingga pekan ke-8 tahun 2026 tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus terkonfirmasi dan 6 kematian.









