13 Pasangan Pengantin Ikuti Program Baznas Mantu. Bupati : Semoga Makin Banyak Warga Yang Terbantu

LENSAKLATEN.COM – Badan amil zakat nasional, Baznas, Klaten, menggelar program Baznas mantu. Setidaknya ada 13 pasangan pengantin belum resmi yang mengikuti program tersebut.

Bupati Klaten mengapresiasi dan berharap, semakin banyak yang berkenan mengikuti program tersebut, guna mengurangi jumlah pasangan yang belum nikah secara sah tetapi sudah tinggal serumah.

13 pasangan pengantin yang berasal dari berbagai daerah di Klaten Jawa Tengah tersebut mengikuti acara baznas Klaten mantu, yang digelar di gedung sunan pandanaran komplek RSPD Klaten. Secara bergantian, masing-masing pasangan pengantin melangsungkan ijab qobul. Rabu,(03/09/2025).

Dalam acara baznas mantu tersebut berlangsung seperti halnya acara resepsi pernikahan pada umumnya, ada ijab qobul, ada serah terima temanten serta temanten duduk di pelaminan. Selain pasangan temanten, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh keluarga dari masing-masing pasangan temanten.

Ketua baznas klaten, Mukhlis Hudaf, mengatakan, rangkaian kegiatan sosial Baznas mantu sudah menjadi agenda tahunan yang selalu dilaksanakan.

“ Selain membantu warga kurang mampu untuk melangsungkan pernikahan, kegiatan ini digelar menanggapi masih adanya pasangan belum menikah secara sah oleh negara tetapi sudah hidup serumah,”Katanya.

Seluruh biaya penyelenggaraan baznas mantu ditanggung oleh baznas, baik untuk biaya tasyakuran hingga transportasi temanten ke lokasi tasyakuran baznas mantu. Selain itu, masing-masing pasangan temanten mendapatkan mahar berupa seperangkat alat sholat dan uang tunai sebesar 500 ribu rupiah.

Bupati klaten hamenang wajar ismoyo bersama wakil bupati benny indra ardhianto yang turut hadir memberikan apresiasi atas penyelenggaraan program baznas mantu. Program kerjasama antara pemerintah dan baznas klaten tersebut bisa membantu bagi pasangan pengantin dengan berbagai alasan, baik karena ekonomi atau pun alasan lainnya dan sudah bertahun-tahun hidup bersama, bahkan ada yang sudah mempunyai anak dan cucu, namun pernikahannya belum sah menurut agama dan negara.

“ Program Baznas Mantu ini sangat bagus, keiatan yang merupakan Kerjasama antara pemerintah dan Baznas tersebut bisa membantu pasangan pengantin dengan berbagai alasan , baik karena ekonomi maupun alasan lainnya, hingga kini belum sah pernikahannya namun sudah tinggal serumah dan sudah punya anak bahkan cucu. Kedepan semoga semakin banyak yang berkenan mengikuti program tersebut,”Harap Bupati.

Salah satu pengantin, sarji santosa mengaku senang bisa mengikuti program baznas mantu. Ia bersama sang istri yaitu Fatimah, sudah menikah siri sejak 5 tahun yang lalu dan mempunyai 3 anak. kini ia bersyukur karena pernikahan dengan istrinya saat ini sudah sah menurut agama dan negara.

“ Saya bersyukur mas, bisa mengikuti program Baznas Mantu ini. Kini pernikahan kami menjadi sah menurut agama dan negara. Sebelumnya kami hanya nikah siri lima tahun yang lalu dan sudah mempunyai 3 anak,”Ungkapnya.

Seusai melangsungkan pernikahan, ke-13 pasangan itu langsung mendapatkan dokumen kartu keluarga (kk) dan ktp dengan status data kependudukan yang baru.

Idul Fitri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *