Yakinkan Penerima MBG, SPPG Ngemplak Karangnongko Sosialisasi Penerapan Food Safety Sebelum Distribusikan Makanan

LENSA KLATEN.COM – Guna meyakinkan wali murid penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG), SPPG Ngemplak, Karangnongko, Klaten menyelenggarakan Sosialisasi food safety dilaksanakan di gedung serbaguna desa ngemplak karangnongko.

Selain dihadiri perwakilan guru, Pelaksana sosialisasi juga dihadiri sekitar 120 wali murid SDN Ngemplak Karangnongko, Klaten.

Pelaksanaan sosialisasi food safety dilaksanakan bersama koordinasi food safety Yayasan Merah Putih peduli.

Ada 6 SPPG di bawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli diantaranya, SPPG 002 Gombang, kecamatan Cawas, SPPG Ngemplak Karangnongko, SPPG Jatinom, SPPG Pomah Tulung, SPPG Pacing Wedi dan SPPG Kemalang.

Koordinator food safety yayasan merah putih peduli, Davit Joko Saputra mengatakan, Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan sebagai edukasi kepada wali murid serta guru agar tidak ragu putra putrinya menerima MBG di bawah Yayasan Merah Putih Peduli salah satunya dr SPPG Ngemplak Karangnongko.

“ Karena seluruh SPPG di bawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli sudah menerapkan sistem food safety sebelum melaksanakan pendistribusian makanan. Dimana food safety ini dilakukan untuk memastikan, makanan siap diedarkan ke sekolah sekolah secara aman dan layak konsumsi,” katanya.

Davit menambahkan, seluruh SPPG dalam menerapkan food safety memeriksa sampel makanan meliputi kandungan sianida, arsen, nitrit dan formalin.

“ Yang sering jadi temuan dalam pemeriksaan food safety di 6 SPPG di bawah Yayasan Merah Putih Peduli yaitu ditemukannya kandungan formalin terutama pada buah, dan kalau melebihi batas yang telah ditentukan langsung dilakukan penarikan,” tegasnya.

Davit menambahkan, Yang sering menyebabkan keracunan dikarenakan kandungan nitrit dalam makanan, yang menyebabkan mual, muntah, kalau tambah parah bisa sesak nafas.

Seperti diketahui arsen adalah logam berat beracun yang dapat merusak organ tubuh secara kronis jika terakumulasi dalam jangka panjang. Sedangkan Sianida yaitu senyawa beracun mematikan yang bekerja cepat menghambat sel tubuh menggunakan oksigen.

Untuk Nitrit yaitu Bahan pengawet atau pengikat warna yang dalam kadar berlebih dapat mengganggu kemampuan darah membawa oksigen dan menyebabkan lemas. Kemudian formalin merupakan larutan kimia berbahaya penusuk hidung yang bersifat karsinogenik (memicu kanker) serta mengiritasi saluran pencernaan.

Davit Joko Saputra berharap, dengan diawalinya penerapan food safety di seluruh SPPG di bawah naungan Yayasan Merah Putih Peduli, nantinya setiap SPPG di Klaten Jawa Tengah menggunakan peralatan food safety.

“ Dengan penerapan food safety oleh seluruh SPPG di Klaten, dapat mengurangi resiko terjadinya keracunan oleh penerima manfaat,” pungkasnya.

Idul Fitri

News Feed