LENSA KLATEN.COM – Klaten – Deru kendaraan proyek dan kepulan debu tipis menyambut kedatangan rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Klaten yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Rabu (9/9/2026). Di bawah kepemimpinan Ketua Komisi III Dwi Atmojo, para wakil rakyat ini menyambangi dua titik vital infrastruktur daerah: pembangunan Kantor Kecamatan Trucuk dan proyek pelebaran Jalan Kalikebo, demi memastikan uang rakyat berbuah bangunan yang berkualitas.
Didampingi langsung oleh jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Klaten serta tim konsultan pengawas, langkah kaki rombongan bergegas membedah progres fisik dari proyek-proyek yang dibiayai anggaran daerah tahun 2026 tersebut.
Agenda bermula di lokasi pembangunan Kantor Kecamatan Trucuk. Di sini, sorotan utama tertuju pada ketepatan waktu pengerjaan gedung yang digadang-gadang bakal menjadi pusat pelayanan publik yang representatif. Berdasarkan paparan pihak pelaksana, proyek ini dipatok rampung total pada 5 Desember mendatang.
Dwi Atmojo dengan tegas menuntut komitmen baja dari pihak kontraktor agar tenggat waktu tersebut tidak sekadar janji di atas kertas. “Kami ingin memastikan pembangunan Kantor Kecamatan Trucuk dapat selesai tepat waktu. Tadi dari pelaksana menyampaikan bahwa target sampai 5 Desember menyatakan mampu,” ujar Dwi Atmojo di sela-
Usai menuntaskan pengecekan di Trucuk, rombongan langsung bergerak menyisir proyek pelebaran Jalan Kalikebo. Namun, suasana peninjauan sempat diwarnai catatan kritis ketika para anggota dewan mendapati sejumlah titik konstruksi bahu jalan beton yang dinilai belum memenuhi standar optimal dan membutuhkan pembenahan segera.
Temuan ini langsung direspons tegas. Dwi Atmojo mendesak pelaksana proyek bersama konsultan pengawas untuk melakukan evaluasi menyeluruh tanpa kompromi. Ia mewanti-wanti agar ambisi mengejar tenggat waktu tidak mengorbankan kualitas material maupun aspek keselamatan konstruksi.
“Kami berharap pelaksanaan pelebaran jalan ini dapat dikerjakan sesuai dengan spesifikasi teknis dan selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” pesannya.
Sidak ini menegaskan komitmen legislatif untuk tidak tinggal diam di balik meja. Pengawasan ketat akan terus digalakkan lewat kunjungan langsung ke lapangan, memastikan setiap rupiah dari APBD Klaten benar-benar bermetamorfosis menjadi infrastruktur yang kokoh, tepat mutu, dan tepat sasaran bagi warga. (Red)














