LENSA KLATEN.COM – Memasuki hari ke 4 usai peristiwa keracunan massal yang menimpa siswa SMP Negeri 1 Birit, kecamatan Wedi, Klaten Jawa Tengah, jumlah pasien yang terkena keracunan terus meningkat. Dihari pertama Rabu (08/10-25) dari jumlah pertama 13 siswa yang keracunan kini Sabtu (11/10-25) telah bertambah menjadi 48 siswa.
Namun dari jumlah tersebut, semua siswa yang keracunan sudah tidak ada yang dirawat di rumah sakit RSUD Bagas Waras atau di Puskesmas Wedi. Hampir semuanya sudah dinyatakan sembuh tinggal beberapa siswa yang menjalani rawat jalan. Itupun kondisi kesehatan dan fisiknya sudah sangat stabil dan mulai membaik.
Kabid P2P Dinas Kesehatan Klaten dr Hanung Sasmito Wibowo M.Si dalam keterangannya mengatakan, walau ada peningkatan jumlah siswa yang keracunan, namun saat ini semuanya dalam kondisi stabil.
Diakui pada Minggu (10/10-25) jumlah siswa keracunan yang dibawa kerumah sakait Bagas Waras Klaten mencapai 48 siswa. Dari jumlah tersebut 11 siswa menjalani rawat inap, 17 siswa setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan dinyatakan sembuh dan boleh pulang, sedang 4 siswa menjalani rawat jalan. Dirujuk ke Puskesmas dan rawat jalan 15 siswa.
Hari Sabtu (11/10-25) dari 48 siswa yang mengalami keracunan dan sempat menjalani rawat inap atau rawat jalan di RSUD BagasWaras atau di Puskesmas, semuanya dinyatakan boleh pulang. Dari 33 pasien yang menjalani rawat inap di RSUD Bagas Waras 28 dinyatakan sembuh dan boleh pulang, 5 siswa menjalani rawat jalan.
Sedang 15 siswa yang berada di Puskesmas Wedi Klaten kondisinya semakin membaik dan stabil hanya menjalani rawat jalan. Sehingga saat ini semua siswa yang mengalami keracunan sudah tidak ada lagi yang dirawat dirumah sakit atau Puskesmas Wedi.
” Alhamdulillah, semua siswa yang sempat mengalami keracunan, kondisinya semua berangsur baik. Tinggal beberapa anak yang menjalani rawat jalan. Itupun kondisi tubuh dan kesehatannya sudah mulai pulih dan baik. Mereka semua kini sudah berada dirumah masing masing”, ujar Hanung.
Sementara itu Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo usai melakukan sidak menjenguk siswa yang dirawat di RSUD Bagas Waras dan melihat langsung kondisi dapur SPPG di desa Sembung, Kecamatan Wedi Klaten, mengatakan masih ada beberapa hal yang belum layak dan itu harus dibenahi seperti misal masalah sterilisasi.
Melihat kondisi seperti itu lanjut Hamenang perlu ada perubahan standar operasional prosedur (SOP) di SPPG terkait. Dan jika memang masih diperlukan BGN, tentunya harus melakukan berbagai pembenahan, sehingga higenisasi, sterilisasi serta kebersihan produk yang dihasilkan benar benar aman dikonsumsi.
” Kalau memang masih diperlukan oleh BGN untuk beroperasi kembali, tentu SPPG ini harus berbenah lagi, agar benar benar sesuai standar yang ditentukan. Tapi kita kembalikan lagi keputusan nanti ada di BGN,” ujarnya.
Dalam sidak yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr Anggit Budhiarto serta Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Titin Windiyarsih, dan Direktur RSUD Bagas Waras Klaten, Sigit Joko Nugroho Kamis (09/10-25), Bupati juga berkesempatan membesuk langsung para siswa yang dirawat di RSUD Bagas Waras.
Dari hasil dialognya bersama para pasien, Bupati menjelaskan rata-rata siswa yang memakan dua sampai tiga suapan masih aman. Tapi beberapa saat kemudian siswa mulai merasakan pusing, mual dan sesak nafas setelah menyantap lawuh berupa daging ayam.
” Semoga semuanya bisa segera sembuh dan kembali masuk mengikuti pelajaran di sekolah. Dan kepada para pelaksana SPPG, kasus ini tentunya dapat dijadikan pembelajaran bagi semua SPPG yang ada agar kedepan lebih berati hati dan tetap melaksanakan SOP dari BGN”, harapnya.









