LENSA KLATEN.COM – Dalam upaya terus meningkatkan layanan terbaik bagi masyarakat, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.SI.KOM meresmikan gedung baru Markas Komando Damkar Klaten Jawa Tengah yang berada di jalan Mayor Kusmanto, Gergunung Klaten Utara, Klaten, hari ini Kamis (29/01/26).
Dengan gedung baru 2 lantai yang dibangun dengan dana APBD sevesar Rp 4 milliar diharapkan pelayanan Damkar kepada masyarakat dapat lebih optimal. Apalagi saat ini posisi dakar tidak sekedar sebagai unit pemadam kebakaran, tapi juga bisa berubah menjadi tim SAR atau rescue yang harus bergetrak cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Berlokasi di tempat yang strategis dipinggir kota dengan akses jalan yang lancar, Selain untuk base camp unit armada kebakaran, gedung ini dilengkapi berbagai peralatan rescue. Sementara diruang atas terdiri terdiri dari ruang Kepala Dinas, ruang Sekretaris Dinas, ruang istirahat/mess, ruang rapat atau pertemuan, lobi dan ruang laktasi.
Selain meresmikan gedung Damkar yang baru, dala akesempatan tersebut Bupati bupati juga menandatangi prastati tanda diresmikannya penggunaan jembatan Termas di desa Bawak kecamatan Cawas dan jembatan Sraten di desa Sumber kecamatan Trucuk, yang telah selesai pembangunannya.
Kedua jembatan tersebut menghubungkan dua daerah di du kecamatan yakni Jembatan Termas menghubungan kecamatan Bayat dan Kecamatan Cawas, sedang jembatan Sraten menghubungkan kecamatan Trucuk dan kecamatan Pedan.

Bupati Klaten mas Hamenang Wajar Ismoyo mengaku gembira dengan selesainya pembangunan gedung baru untuk pasukan Damkar yang selama ini memang sangat diharapkan. Menurut Bupati Damkar saat ini yang bisa dikantakan Multi Talenta, karena harus bisa melayani kebutuhan kedaruratan warga, memang harus punya gedung dan kantor yang representatif serta personil yang memadai, frofesional dan handal.
” Pembangunan gedung seperti ini sudah kami rencanakan ejak saya masih menjadi anggota dewan. Alhamdulillah setelah saya jadi Bupati impian ini bisa terwujud. Saya berharap gedung baru ini harus bisa menambah semangat, dedikasi dan loyalitas pada pekerjaan dalam melayani masyarakat”, harapnya.
Menurut Bupati dengan semakin kompleknya masalah yang harus ditangani pasukan Damkar, dirinya meminta proesionalisme, skill kemampuan anggota Damkar , terus ditingkatkan. Karena saat ini Damkar seperti pasukan elit yang menjadi tumpuan warga dalam menyelesaikan berbagai persoalan hidupnya.
Sementara dalam laporannya kepada Bupati, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Klaten Suryanto ST, menyampaikan pembangunan gedung Markas komando Damkar didasari kondisi yang urgent dan harus segera diwujudkan.
Katrena selama ini Damkar Klaten belum memiliki gedung atau kantor sendiri. Sehingga sering pindah pindah tempat karena hanya “numpang” sementara jika ada kantor dinas yang kosong.
Sedang terkait pembangunan dua jembatan di Cawas dan di Trucuk, sudah selesai dan sudah bisa dipergunakan. Sehingga jembatan sudah bisa dilalui dan diharapkan roda perekonomian masyarakat kembali normal dan meningkat.
Dilaporkan pula jika dalam pembangunan jembatan di Termas baru pertama kali PUPR Klaten menggunakan teknologi beton pracetak beam girder untuk gelagar jembatan. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses pengerjaan dan efisiensi.
Penggunaan “glagar” jembatan dengan Tehnologi beton pracetak beam girder, sendiri biasanya hanya dipakai untuk pembangunan jembatan panjang.
“Kita gunakan teknologi ini untuk mempercepat waktu dan efisiensi. Apalagi sebentar lagi lebaran dan cuaca hujan yanag sulit dipredisksi”, terangnya.

Terpisah Kepala Satuan Polisi dan Pamong Praja dan Damkar Joko Hendrawan SH, berterima kasih kepada Mas Bupati yang cepat dan tanggap untuk memfasilitasi gedung Damkar yang baru serta lengkap.
Dirinya berharap dengan gedung yang baru serta peralatan kedaruratan yang lengkap 45 personil pasukan Damkar yang kini seakan sudah menjelma menjadi pasukan “elite” nya masyarakat akan bekerja lebih profesional, semangat dan selalu 24 jam siap siaga dalam melayani masyarakat.
Ketika disinggung sarana dan fasilitas Damkar, mantan Camat Klaten Selatan ini mengaku jika harus benar benar tampil profesional, Klaten saat ini harusnya memiliki 23 pos Damkar yang ada di setiap wilayah. Hal ini mengingat jangkauan luas wilayah dan medan yang harus dihadapi.
Selain Pos, Damkar Klaten saat ini juga masih membutuhkan mobil atau armada kebakaran, serta peralataan rescue yang lebih modern, sesuai dengan kebutuhan pelayanan yang semakin komplek dari masyarakat.
” Saat ini kita baru memiliki tiga markas Damkar. Idealnya Klaten memiliki 23 markas Damkar yang tersebar di tiap wilayah. Selain itu kita perlu tambahan armada mobil damkar dan personilnya. Karena satu unit mobil Damkar idealnya dilengkapi 10 personil damkar”, jelasnya.









