LENSA KLATEN.COM – Komisi II DPRD Kabupaten Klaten menggelar kunjungan lapangan ke Perumda Air Minum Tirta Merapi pada Senin (21/9/2026).
Dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Klaten Agus Riyanto, Wakil Ketua dr. Yudi B. Prabawa, Darmadi beserta anggota Komisi II lainnya.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Klaten, Agus Riyanto, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten dan jajaran PDAM Tirta Merapi atas upaya pengembangan sumber air baku tersebut. Pernyataan itu disampaikan seusai kegiatan kunjungan, Senin (21/9/2026).
Pemanfaatan sumber mata air Umbul Ingas Cokro, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, membawa manfaat bagi ribuan masyarakat yang membutuhkan akses air bersih.
Sejak mulai dimanfaatkan pada 2024, sumber air tersebut telah mendukung pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Merapi Klaten, termasuk di wilayah Karangdowo, Cawas, Trucuk, Bayat, dan Kota Klaten.
“Kami dari Komisi II DPRD Kabupaten Klaten mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Klaten, khususnya PDAM Tirta Merapi,” ujar Agus.
Ia menilai, pemanfaatan Umbul Ingas Cokro mulai memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi air bersih di sejumlah wilayah. Salah satunya dirasakan pelanggan PDAM di kawasan Griya Prima dan Gergunung, Kota Klaten, yang sebelumnya mengalami gangguan aliran air.
Menurutnya, Umbul Ingas Cokro memiliki total debit sekitar 1.300 liter per detik. Sebagian pemanfaatannya kini telah mendukung kebutuhan air bersih masyarakat, dengan cakupan pelayanan yang dipaparkan PDAM mencapai sekitar 14.000 pelanggan.
Direktur Utama PDAM Tirta Merapi Klaten, Irawan Margono, mengatakan, sebelum memanfaatkan Umbul Ingas Cokro, PDAM Tirta Merapi telah mengelola sejumlah sumber mata air, di antaranya Ponggok, Sigedang, dan Nilo. Pemanfaatan Umbul Ingas Cokro kemudian ditindaklanjuti melalui penugasan pemerintah daerah serta pembahasan bersama Komisi II DPRD Klaten.
“Alhamdulillah, sudah selesai. Hampir dua tahun ini seperti ini, bertambah. Dulu kan belum ada,” jelas Irawan.
Ia mengatakan, pemanfaatan sumber mata air tersebut membantu masyarakat di Karangdowo dan wilayah lainnya memperoleh layanan air bersih melalui jaringan PDAM. Selain itu, distribusi air di sejumlah kawasan Kota Klaten yang sebelumnya mengalami gangguan juga semakin terbantu.
Irawan menegaskan, perluasan akses air bersih menjadi bagian dari tindak lanjut visi dan misi Bupati Klaten, khususnya dalam mendukung program prioritas pelayanan dasar masyarakat.









