LENSA KLATEN.COM – Akibat Hujan lebat yang turun sejak sore hari hingga malam pada Selasa (3/03-26) tanggul sungtai Dengkeng yang berada di Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Klaten Jawa Tengah Jebol selebar kurang lebih 7 meter.
Akibatnya ratusan rumah di dua desa yakni di desa Cawas dan desa Bawak, kecamatan Cawas tergenang air selutut orang dewasa. Tak hanya itu air juga menggenangi pasar serta pertokoan yang ada dipusat kota kecamatan . Akibatnya kegiatan sehari hari sejak malam dan siang ini Rabu (4/02-26) masih lumpuh total.
Beberapa saksi mata kepada LENSA KLATEN.COM menjelaskan, luapan air sudah mulai tampak sejaka sore hari. Namun saat itu belum ada tanda tanda tanggul selatan sungai tepatnya di dukuh Jetak, desa Bawak akan jebol.

Namun curah hujan yang sangat tinggi sejak sore hari di wilayah atas tinggi, memebuat luapan air semakin tinggi. Dibeberapa titik lokasi air sudaah mulai melewati batas tanggul dan mengalir ke jalan dan pekarangan warga.
Puncakanya sekitar pukul 2 malam, tanggul selatan sungai dengkeng yang berada di dukuh Jetak, desa Bawak jebol tak mampu menahan luapan air yang datang begitu deras. Walau tidaka terlalu lebar, namun karena air menggerus dasar tanggul membuat luapan air mengalir begitu deras dan menggenangi seluruh padukuhan di desa Cawas dan desa Bawak.
” Air meluap melewati tanggul dan masuk ke jalan dan pekaran sudah sejak sore hari mas. Waalau mencekam suasana masih terkendali dan kondusim. Namun saat tanggul sungai selatan jebol sekitar jam 2 malam, suasana menjadi tegang, Kami saling membantu untuk menyelamatkan diri”, ujar Tami warga Cawas kota yang rumahnya ikut tergenang.

Kepala Desa Bawak Ponidi saat dihubungi membenarkan desanya ikut terdampak langsung atas jebolnya tanggul sungai Dengkeng.
Saat ini lanjut Ponidi ada sekitar 11.150 warganya yang terjebak banjir tidak bisa amelakukan akativitas. Mereka tinggal di 7 RW yang tergenang air selutut orang dewasa bahkan ada yang setinggi 1 meter.
” Letak desa kami agak jauh dari sungai, namun karena daerah kita lebih rendah dan muntahan air dari sungai sangat besar 7 RW di wilayah desa kami ikut tergenang dan membuat aktivitas sehari hari waga lumpuh”, ujarnya.
Walau belum mengungsi lanjut Ponidi, warga kita minta untuk selalu siapa siaga. Beberapa relawan, pemuda dan Linmas telah disiapkan guna mengantisipasi jika ada hal hal yang tidak kita inginkan.
” Tidak ada korban jiwa dan mudah mudahan tidak ada. Saaat ini kami semua dalam posisi siap siaga. Komunikasi antar warga dari antara dukuh kita tingkatkan guna mengantisispasi jika kondisi terburuk terjadi”, ujarnya.

Sementara Bupati Klaten Hamenang wajar Ismoyo SI.KOM Rabu (04/03-26) pagi langsung mendatangi lokasi banjir. Didampingi Ketua BPBD Syahruna, kepala PUPR Suryanto dan jajaraan dinas terkait lannya, Bupati melihat langsung lokasi jebolnya tanggul.
Kepada warga setempat Bupati meminta agar selalu waspada dan siaga penuh serta melakukan koordinasi dengan dinas dan aparat terkait jika ada hal hal yang sekiranya membahayakan.
” Kami menghimbau kepada seluruh warga terdampak agar tenang dan selalu waspada dan siaga penuh, apalagi jika turun hujan lebat. Kita akan segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait guna melakukan penanganan dadurat terhadap tanggul yang jebol”, ujarnya.









